Tips beli rumah dengan gaji UMR. Foto: Shutterstock
Tips beli rumah dengan gaji UMR. Foto: Shutterstock

Punya Gaji UMR, Beli Rumah Apa yang Cocok?

Rizkie Fauzian • 01 Juli 2022 14:43
Jakarta: Memiliki rumah merupakan impian setiap orang. Namun, harganya yang terus naik setiap tahun membuat sebagian orang kesulitan untuk membelinya.
 
Maka tak heran jika banyak orang yang membangun rumah di tempat yang kurang layak. Bahkan, kondisi bangunannya juga kurang memadai.
 
Untuk memenuhi hunian yang layak, pemerintah akhirnya menggelontorkan program perumahan untuk masyarakat, khususnya yang memiliki penghasilan rendah.
 
Baca juga: Catat! 5 Kesalahan saat Membeli Properti Pertama 

Namun, tak semua masyarakat bisa mendapatkan rumah subsidi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Persyaratannya antara lain, gaji pokok maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak, dan gaji pokok maksimal Rp7 juta untuk rumah susun.
 
Nah, bagi Anda yang memiliki penghasilan Rp5 juta per bulan, maka rumah seperti apa yang disarankan? Apakah itu rumah subsidi atau rumah komersil?
 
Lifepal.co.id membuat sejumlah pertimbangan dan hitung-hitungan sederhana untuk setiap pilihan tersebut.

Simak selengkapnya dalam ulasan berikut.

Rumah subsidi

Punya Gaji UMR, Beli Rumah Apa yang Cocok?
Tips beli rumah dengan gaji UMR. Foto: Shutterstock
 
Dalam Keputusan Menteri PUPR Nomor 242/KPTS/M/2020 yang mulai berlaku pada 1 April 2020, maksimal penghasilan penerima subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dipatok Rp8 juta untuk KPR Sejahtera Tapak dan KPR Sejahtera Susun. Itu artinya, seseorang atau pasutri yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan bisa mendapatkan rumah subsidi.
 
Mengingat rentang harga jual rumah subsidi masih banyak yang harganya di bawah Rp200 juta per unit, maka dengan penghasilan Rp5 juta, besar kemungkinan Anda mendapat cicilan kredit di bawah 35 persen penghasilan (gaji) bulanan.
 
Baca juga: 6 Keuntungan Beli Rumah Subsidi, Apa Saja?

Karena status rumah subsidi adalah rumah siap huni, maka Anda pun bisa langsung menempati rumah tersebut. Namun, dalam peraturan PUPR Nomor 242/KPTS/M/2020, luas bangunan rumah subsidi berada di antara 21 meter persegi hingga 36 meter persegi, dengan luas tanah antara 60-200 meter persegi. Apakah ini adalah pilihan terbaik?
 
Bila Anda sudah berumah tangga dan hendak memiliki momongan, namun masih tinggal di rumah orangtua yang memiliki luas bangunan kurang lebih 60-70 meter persegi, serta tidak memiliki tabungan yang cukup, rumah subsidi mungkin bisa menjadi solusi. Dalam contoh kasus tersebut, Anda membutuhkan hunian yang lebih nyaman untuk keluarga kecil Anda.

Rumah komersil

Punya Gaji UMR, Beli Rumah Apa yang Cocok?
Tips beli rumah dengan gaji UMR. Foto: Shutterstock
 
Rumah komersil mungkin bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memiliki hunian dengan kualitas yang lebih baik ketimbang subsidi. Walaupun sama-sama dibangun oleh developer, rumah komersil bisa memiliki luas yang lebih besar ketimbang rumah subsidi, material yang lebih bagus, dan bisa dibeli dengan cara inden.
 
 Akan tetapi kualitas yang tinggi tentu saja diikuti dengan harga yang lebih tinggi. Anggap saja, Anda ingin membeli rumah komersial di harga Rp300 juta, Anda hendak mengkreditnya dengan uang muka atau DP 20 persen yani sebesar Rp60 juta. Maka pokok utang Anda dari KPR adalah Rp300 juta-Rp60 juta = Rp240 juta.
 
Bila asumsi bunga tahunan adalah 10 persen bersifat flat dan tenor cicilan 15 tahun, rata-rata cicilan per bulan bisa mencapai Rp2,5 juta atau 50 persen dari penghasilan.
 
Dengan gaji Rp5 juta, bisa saja lembaga pemberi kredit menyetujui KPR ini. Namun tentu saja besaran ini terlalu berat dan bisa membuat orang yang bersangkutan untuk berinvestasi maupun membayar premi asuransi.
 
 Mereka pun harus mencari penghasilan tambahan bila memang ingin membeli rumah komersial dengan skema cicilan di atas.
 
Bagi pasangan suami istri yang sudah memiliki tabungan atau aset lancar dalam jumlah besar, tentu bisa mempertimbangkan membeli rumah komersial.
 
Besarnya uang muka atau DP tentu bisa mengurangi jumlah pokok utang dari rumah komersial yang ingin dibeli yang akhirnya bisa meringankan cicilan per bulan.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif