Perencanaan yang baik dapat membantu menghindari risiko gagal bayar sekaligus memastikan cicilan tetap sesuai dengan kemampuan keuangan. Berikut beberapa aspek yang perlu dianalisis sebelum mengajukan KPR rumah.
Tips sebelum mengajukan KPR
.jpg)
Tips sebelum mengajukan KPR. Foto: Freepik
1. Hitung kemampuan membayar cicilan
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kemampuan membayar cicilan setiap bulan. Perencana keuangan umumnya menyarankan agar total cicilan utang, termasuk KPR, tidak melebihi 30–35 persen dari penghasilan bulanan. Dengan demikian, kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan dana darurat tetap dapat terpenuhi.2. Siapkan uang muka (Down Payment)
Selain cicilan bulanan, pembeli juga perlu menyiapkan uang muka atau down payment (DP). Semakin besar DP yang dibayarkan, semakin kecil plafon pinjaman sehingga cicilan bulanan dan total bunga yang dibayar juga dapat lebih rendah.3. Pahami jenis suku bunga KPR
Setiap bank menawarkan skema bunga yang berbeda, seperti bunga tetap (fixed), bunga mengambang (floating), maupun kombinasi keduanya.Calon debitur perlu memahami kapan masa bunga tetap berakhir dan bagaimana potensi perubahan cicilan saat memasuki periode bunga mengambang.
4. Hitung seluruh biaya tambahan
Mengajukan KPR tidak hanya memerlukan DP. Terdapat sejumlah biaya lain yang perlu diperhitungkan, antara lain:- Biaya provisi.
- Biaya administrasi.
- Biaya appraisal.
- Asuransi jiwa dan kebakaran.
- Biaya notaris.
- Pajak dan balik nama.
5. Pastikan status pekerjaan stabil
Bank akan menilai kemampuan membayar melalui riwayat pekerjaan dan penghasilan. Semakin stabil pekerjaan dan pendapatan, peluang pengajuan KPR untuk disetujui umumnya semakin besar.Bagi pelaku usaha atau pekerja lepas, siapkan dokumen pendukung seperti laporan keuangan atau rekening koran untuk menunjukkan kemampuan finansial.
6. Periksa riwayat kredit
Sebelum mengajukan KPR, pastikan tidak memiliki tunggakan pinjaman atau catatan kredit bermasalah.Riwayat pembayaran yang baik akan meningkatkan peluang memperoleh persetujuan pembiayaan dari bank.
7. Sesuaikan rumah dengan kebutuhan jangka panjang
Harga rumah memang menjadi pertimbangan utama, tetapi pembeli juga perlu melihat faktor lain seperti lokasi, akses transportasi, fasilitas umum, potensi kenaikan nilai properti, hingga rencana kebutuhan keluarga di masa depan.Memilih rumah yang sesuai sejak awal dapat mengurangi kebutuhan untuk pindah atau melakukan renovasi besar dalam beberapa tahun ke depan.
Jangan hanya fokus pada besarnya plafon
Banyak calon pembeli tergiur dengan plafon pinjaman yang tinggi. Padahal, keputusan terbaik adalah memilih nilai KPR yang benar-benar sesuai dengan kemampuan finansial.Melakukan simulasi cicilan sebelum mengajukan KPR dapat membantu memperkirakan besarnya pengeluaran bulanan dan mengantisipasi perubahan kondisi ekonomi di masa mendatang.
Dengan analisis yang matang, KPR dapat menjadi solusi untuk memiliki rumah tanpa mengganggu kesehatan keuangan keluarga.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda