Strategi pasutri beli rumah pertama. Foto: Freepik
Strategi pasutri beli rumah pertama. Foto: Freepik

Pasutri Baru Ingin Punya Rumah? Ini Strategi Keuangannya

Rizkie Fauzian • 07 Januari 2026 19:28
Jakarta: Memiliki rumah pertama masih menjadi impian sekaligus prioritas utama bagi banyak pasangan suami istri (pasutri) baru. Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan perencanaan keuangan dan strategi yang matang agar kepemilikan rumah tidak justru menimbulkan masalah finansial di kemudian hari.
 
Menyadari pentingnya kesiapan tersebut, Pinhome bersama Sharia Financial Advisor, Safi Dewi, menggelar sesi online talk show bertajuk “New Chapter, New Home: Financial Hacks for Newlyweds”.
 
Acara ini membahas langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan pasutri dalam merencanakan pembelian rumah pertama secara sehat dan berkelanjutan. Menurut Safi Dewi, kesiapan finansial menjadi fondasi utama sebelum pasutri mulai merencanakan pembelian rumah.

Strategi pasutri baru yang mau beli rumah

Pasutri Baru Ingin Punya Rumah? Ini Strategi Keuangannya
Strategi pasutri beli rumah pertama. Foto: Freepik

1. Punya dana darurat

Salah satu indikator penting adalah telah memiliki dana darurat minimal untuk kebutuhan hidup selama enam bulan.

“Idealnya, dana darurat diselesaikan terlebih dahulu sebelum menabung kebutuhan lain seperti rumah,” jelas Safi dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari 2026.

2. Nabung uang muka

Selain dana darurat, pasutri juga disarankan telah menyiapkan tabungan uang muka atau down payment (DP), serta dana tambahan untuk biaya di luar DP.
 
Kesiapan ini dapat diperkuat dengan adanya tabungan cadangan, kepemilikan proteksi berbasis syariah yang mengedepankan prinsip tolong-menolong, serta kemampuan tetap menabung untuk tujuan keuangan lainnya.

3. Menyesuaikan rumah dengan kemampuan finansial

Setelah kesiapan finansial terpenuhi, pasutri dapat melangkah ke tahap perencanaan kepemilikan rumah.
 
Safi menekankan pentingnya menyesuaikan pilihan rumah dengan kemampuan finansial secara menyeluruh, baik dari sisi kesiapan DP maupun kemampuan membayar cicilan bulanan.
 
“Tidak harus ideal, yang terpenting kemampuan cicilan tetap terjangkau dan tidak mengganggu pos finansial lainnya,” ujar dia.
 
Ia menyebutkan tiga faktor utama yang perlu dipertimbangkan pasutri dalam memilih hunian, yakni harga properti, lokasi, serta kesesuaian nominal cicilan dengan kondisi arus kas keluarga.

Minat KPR syariah terus meningkat

Dari sisi pembiayaan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah menjadi salah satu opsi yang semakin diminati. Data Pinhome mencatat, minat terhadap KPR Syariah meningkat sebesar 4 persen pada Semester I 2025 dibandingkan Semester II 2024.
 
CEO Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menilai tren tersebut mencerminkan meningkatnya ketertarikan masyarakat pada sistem pembiayaan yang menawarkan kepastian cicilan dan transparansi akad.
 
“KPR Syariah dinilai memberikan rasa aman dalam perencanaan jangka panjang karena tidak menggunakan sistem bunga dan memiliki akad yang jelas sejak awal,” ujarnya.
 
Safi mengingatkan pasutri agar memahami mekanisme akad secara menyeluruh sebelum mengambil KPR Syariah. Transparansi total harga rumah, perhitungan realistis uang muka, serta pemilihan bank syariah yang amanah menjadi hal penting agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan