- Sisa sayuran, kulit buah, dan ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos.
- Campurkan bahan basah dan kering untuk menjaga keseimbangan kompos.
- Daging, minyak, produk susu, dan makanan berminyak sebaiknya tidak dimasukkan ke kompos rumahan.
Jakarta: Sisa makanan dari dapur tidak selalu harus berakhir di tempat sampah. Kulit buah, sisa sayuran, hingga ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman.
Mengolah sisa makanan menjadi kompos juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik rumah tangga. Prosesnya dapat dilakukan dengan peralatan sederhana, baik menggunakan wadah khusus maupun tempat yang tersedia di rumah.
Namun, tidak semua jenis sisa makanan cocok dimasukkan ke dalam kompos. Bahan seperti daging, tulang, makanan berminyak, produk susu, dan makanan yang mengandung banyak garam sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan bau dan mengundang hama.
Hindari memasukkan daging, ikan, tulang, minyak, makanan berlemak, produk susu, serta makanan yang terlalu asin.
Sisa makanan yang terlalu basah juga dapat ditiriskan terlebih dahulu agar kompos tidak menjadi terlalu lembap.
Kombinasi bahan basah dan kering membantu menjaga keseimbangan kelembapan sekaligus menyediakan sumber karbon dan nitrogen bagi proses pengomposan.
Jika terlalu basah, tambahkan bahan kering dan aduk campuran. Sebaliknya, jika terlalu kering, tambahkan sedikit air.
Jika kompos mengeluarkan bau busuk, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa campuran terlalu basah atau kekurangan udara.
Kompos yang sudah matang umumnya berwarna cokelat tua hingga hitam, bertekstur remah, dan memiliki aroma seperti tanah. Setelah matang, kompos dapat digunakan sebagai campuran media tanam atau ditambahkan ke tanah untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik.
Dengan memilah sisa makanan dan menjaga keseimbangan bahan basah serta kering, sampah organik dari dapur dapat diolah menjadi kompos. Cara ini tidak hanya mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga menghasilkan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman di rumah. (Syarifah Komalasari)
(KIE)
Mengolah sisa makanan menjadi kompos juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik rumah tangga. Prosesnya dapat dilakukan dengan peralatan sederhana, baik menggunakan wadah khusus maupun tempat yang tersedia di rumah.
Namun, tidak semua jenis sisa makanan cocok dimasukkan ke dalam kompos. Bahan seperti daging, tulang, makanan berminyak, produk susu, dan makanan yang mengandung banyak garam sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan bau dan mengundang hama.
Cara Membuat Kompos dari Sisa Makanan
Cara Membuat Kompos dari Sisa Makanan. Foto: Freepik
1. Siapkan Wadah
Gunakan wadah yang memiliki penutup dan cukup besar untuk menampung sisa organik. Pastikan wadah memiliki lubang udara agar proses penguraian dapat berlangsung dengan baik. Wadah juga sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh dan tidak terkena hujan secara langsung.Baca Juga :
7 Cara Mengatasi Kompos yang Berbau Tak Sedap
2. Pilah Sisa Makanan
Pisahkan sisa makanan organik dari sampah lainnya. Bahan yang dapat digunakan antara lain kulit buah, sisa sayuran, daun kering, ampas kopi, ampas teh, dan sisa tanaman.Hindari memasukkan daging, ikan, tulang, minyak, makanan berlemak, produk susu, serta makanan yang terlalu asin.
3. Potong Sisa Makanan
Potong sisa buah dan sayuran menjadi bagian yang lebih kecil sebelum dimasukkan ke wadah. Potongan yang lebih kecil memiliki luas permukaan lebih besar sehingga lebih mudah diuraikan mikroorganisme.Sisa makanan yang terlalu basah juga dapat ditiriskan terlebih dahulu agar kompos tidak menjadi terlalu lembap.
4. Campurkan Bahan Basah dan Kering
Masukkan bahan organik basah seperti sisa sayuran dan kulit buah bersama bahan kering seperti daun kering, potongan kardus tanpa lapisan mengilap, atau kertas yang tidak mengandung tinta berlebihan.Kombinasi bahan basah dan kering membantu menjaga keseimbangan kelembapan sekaligus menyediakan sumber karbon dan nitrogen bagi proses pengomposan.
5. Atur Kelembapan
Kompos membutuhkan kelembapan agar mikroorganisme dapat bekerja, tetapi kondisinya tidak boleh terlalu basah. Campuran kompos idealnya terasa lembap seperti spons yang telah diperas.Jika terlalu basah, tambahkan bahan kering dan aduk campuran. Sebaliknya, jika terlalu kering, tambahkan sedikit air.
6. Aduk Secara Berkala
Aduk kompos secara berkala untuk memasukkan oksigen ke dalam campuran. Sirkulasi udara membantu proses penguraian dan mengurangi risiko munculnya bau tidak sedap.Jika kompos mengeluarkan bau busuk, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa campuran terlalu basah atau kekurangan udara.
7. Tunggu hingga Kompos Matang
Waktu pengomposan dapat berbeda tergantung bahan, ukuran potongan, kelembapan, suhu, dan seberapa sering kompos diaduk.Kompos yang sudah matang umumnya berwarna cokelat tua hingga hitam, bertekstur remah, dan memiliki aroma seperti tanah. Setelah matang, kompos dapat digunakan sebagai campuran media tanam atau ditambahkan ke tanah untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik.
Hindari Memasukkan Bahan Ini
Tidak semua sisa makanan aman dimasukkan ke dalam kompos rumahan. Daging, ikan, tulang, minyak, makanan berminyak, produk susu, dan makanan yang terlalu asin dapat menimbulkan bau serta menarik lalat atau hewan pengganggu.Dengan memilah sisa makanan dan menjaga keseimbangan bahan basah serta kering, sampah organik dari dapur dapat diolah menjadi kompos. Cara ini tidak hanya mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga menghasilkan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman di rumah. (Syarifah Komalasari)
(KIE)