Jika dahulu teras hanya dianggap sebagai area transisi atau tempat meletakkan alas kaki, kini fungsinya berkembang menjadi ruang penyangga yang membantu pertukaran udara antara dalam rumah dan lingkungan luar. Teras bahkan berperan sebagai jembatan utama yang menghubungkan ruang interior dengan kesegaran alam terbuka.
Tak heran, konsep teras rumah tropis banyak diterapkan karena mampu menghadirkan sirkulasi udara yang lebih baik sekaligus memperkuat nilai estetika bangunan. Mengutip The Green Fortune, berikut sejumlah inspirasi desain teras rumah tropis yang bisa diterapkan.
Desain teras rumah tropis
1. Desain atap menjorok jauh

Desain teras rumah tropis. Foto: Gemini AI
Salah satu ciri utama arsitektur tropis adalah penggunaan atap miring dengan overstek lebar atau menjorok jauh dari dinding bangunan. Desain ini berfungsi melindungi rumah dari hujan deras sekaligus mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Dengan atap yang memanjang, suhu di dalam rumah dapat tetap terjaga sehingga terasa lebih sejuk. Untuk memperkuat kesan tropis, teras dapat dipadukan dengan lantai ubin terakota, langit-langit kayu, serta tanaman palem dalam pot.
Meski demikian, aspek teknis tetap perlu diperhatikan, seperti sistem drainase yang baik dan penggunaan material kayu yang telah melalui proses pengawetan agar lebih tahan terhadap cuaca lembap.
2. Eksplorasi material alami

Desain teras rumah tropis. Foto: Gemini AI
Pemanfaatan material alami seperti kayu, batu alam, bambu, hingga bata ekspos menjadi cara efektif menghadirkan nuansa tropis pada teras rumah. Tekstur alami dari material tersebut mampu menciptakan kesan hangat dan menyatu dengan lingkungan sekitar.
Desain ini akan terlihat semakin serasi bila dikombinasikan dengan dinding bernuansa warna tanah, furnitur rotan, serta pencahayaan luar ruangan yang lembut. Mengingat iklim tropis memiliki tingkat kelembapan tinggi, penggunaan lapisan pelindung tahan lembap sangat disarankan agar material tetap awet.
Sebagai pelengkap, taman vertikal atau tanaman merambat pada dinding eksterior dapat membantu mengurangi panas sekaligus mempercantik tampilan teras.
3. Penerapan palet warna tropis

Desain teras rumah tropis. Foto: Gemini AI
Warna juga memegang peranan penting dalam desain teras tropis. Pilihan warna-warna tegas seperti hijau daun, terakota, atau turquoise dapat diaplikasikan sebagai aksen di atas latar warna netral.
Kombinasi ini mampu menciptakan kontras visual yang segar tanpa terkesan berlebihan. Sentuhan dekorasi berwarna putih, pintu kayu, serta kehadiran tanaman hijau akan menyempurnakan konsep tropis pada teras.
Sebagai catatan, pemilik rumah disarankan untuk menguji warna cat di bawah sinar matahari langsung sebelum diaplikasikan secara menyeluruh agar hasil akhirnya sesuai harapan.
4. Tambahkan fitur air untuk kesejukan

Desain teras rumah tropis. Foto: Gemini AI
Menghadirkan elemen air seperti kolam kecil atau air mancur di area teras dapat meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah. Selain memberikan kesejukan alami, suara gemericik air juga menciptakan suasana yang menenangkan.
Fitur air ini ideal dipadukan dengan area duduk luar ruangan dan jalur setapak berbahan batu alam yang dikelilingi tanaman hijau. Demi keamanan, penggunaan lantai anti slip dan sistem drainase yang baik perlu diperhatikan agar tidak terjadi genangan saat musim hujan.
5. Menghubungkan ruang dalam dan luar
.jpg)
Desain teras rumah tropis. Foto: Gemini AI
Konsep indoor–outdoor menjadi pendekatan yang banyak diterapkan pada rumah tropis. Tata letak yang menghubungkan ruang dalam dengan teras atau balkon semi-terbuka memungkinkan sirkulasi udara berjalan optimal.
Penggunaan pintu geser, furnitur rotan, serta tirai ringan berbahan linen menjadi elemen pendukung yang selaras dengan konsep ini. Untuk menambah kenyamanan, teras juga dapat dilengkapi kipas angin langit-langit dan kelambu agar tetap nyaman digunakan sepanjang hari. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News