Dilansir dari CNET, mikroplastik telah ditemukan pada berbagai peralatan dapur yang umum dipakai. Bahkan, rata-rata manusia diperkirakan menghirup sekitar 22 juta partikel mikro dan nanoplastik setiap tahunnya.
Paparan mikroplastik terjadi melalui tiga jalur utama, yakni pernapasan, pencernaan, dan kontak langsung. Partikel yang sangat kecil membuatnya sulit dihindari. Dalam jangka panjang, mikroplastik dikaitkan dengan gangguan kesehatan serta pencemaran lingkungan.
Berikut tujuh alat dapur yang berpotensi menyimpan atau melepaskan mikroplastik:
Alat dapur yang berpotensi menyimpan mikroplastik

Alat dapur yang bisa jadi sumber mikroplastik. Foto: Freepik
1. Peralatan masak berlapis antilengket
Peralatan masak seperti wajan atau panci dengan lapisan anti lengket dapat melepaskan partikel mikroplastik, terutama jika permukaannya sudah tergores atau retak.Satu kerusakan kecil pada lapisan tersebut bahkan dapat melepaskan jutaan partikel mikroplastik langsung ke dalam makanan yang dimasak.
2. Wadah makanan plastik
Wadah plastik untuk menyimpan atau memanaskan makanan berisiko melepaskan mikroplastik, terutama saat dipanaskan di microwave atau dicuci dengan air panas.Penelitian menunjukkan wadah plastik yang digunakan berulang kali berpotensi mentransfer partikel plastik ke dalam makanan.
3. Peralatan makan plastik
Sendok, garpu, dan piring plastik juga dapat melepaskan mikroplastik, terutama saat digunakan untuk makanan panas.Partikel yang tertelan berpotensi masuk ke aliran darah dan dalam jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan.
4. Kantong teh
Beberapa kantong teh mengandung bahan polipropilena. Saat terkena air panas, bahan ini bisa melepaskan partikel mikroplastik ke dalam seduhan.Peneliti dari Universitat Autònoma de Barcelona menemukan bahwa satu kantong teh dapat melepaskan miliaran partikel mikro dan nanoplastik saat direndam air panas.
5. Kemasan rempah dalam botol plastik
Rempah seperti paprika bubuk atau bumbu lain yang dikemas dalam wadah plastik berpotensi mengalami kontaminasi mikroplastik, terutama jika kemasan sering dibuka-tutup atau terpapar panas.6. Sedotan plastik
Sedotan plastik dapat melepaskan mikroplastik yang langsung terhirup atau tertelan saat digunakan.Selain berdampak pada kesehatan, limbah sedotan turut menyumbang pencemaran lingkungan, termasuk jutaan ton sampah plastik yang masuk ke perairan setiap tahun.
7. Lapisan dalam makanan kaleng
Meskipun banyak produsen telah beralih dari bahan BPA ke poliester atau epoksi akrilik, bahan pelapis ini tetap berpotensi mengandung partikel mikroplastik.Lapisan tersebut dapat luruh ke dalam makanan, sehingga tetap memberikan risiko paparan plastik bagi konsumen.
Mengurangi penggunaan plastik, memilih alternatif berbahan kaca atau stainless steel, serta menghindari memanaskan makanan dalam wadah plastik dapat menjadi langkah awal untuk meminimalkan paparan mikroplastik di dapur. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News