Tomat termasuk tanaman yang tidak memerlukan lahan luas. Dengan teknik yang tepat, mulai dari pemilihan varietas hingga penggunaan penyangga vertikal, tanaman ini tetap bisa tumbuh subur dan berbuah lebat meski di ruang terbatas.
Dilansir dari The Spruce, berikut cara menanam tomat di atap agar hasilnya optimal.
Cara menanam tomat di atap

Cara menanam tomat di atap rumah. Foto: Freepik
1. Mengenal varietas tomat yang tepat
Menurut pelatih berkebun Sara Rubens, tidak semua jenis tomat cocok untuk ruang sempit. Varietas indeterminate seperti Sun Gold atau Juliette cenderung tumbuh panjang dan merambat sehingga membutuhkan ruang luas dan struktur penyangga kuat.| Baca juga: Atap Rumah Jadi Kebun Sayur? Ini 5 Desain Rooftop Garden |
Sebaliknya, pilih varietas determinan atau tomat semak. Jenis ini memiliki pertumbuhan lebih terkendali, ukuran lebih ringkas, dan tetap produktif meski ditanam dalam pot kecil.
2. Pemberian nutrisi dan pupuk secara teratur
Tukang kebun profesional Christy Wilhelmi menjelaskan bahwa tomat termasuk tanaman yang “rakus” nutrisi.Jika ditanam dalam pot, berikan pupuk minimal sebulan sekali, terutama jika media tanam cenderung berpasir.
Saat memindahkan bibit ke wadah, tambahkan sedikit pupuk sayuran organik ke lubang tanam dan aduk rata agar nutrisi langsung terserap akar.
3. Teknik pemangkasan tanaman
Tomat tergolong tanaman yang tahan dipangkas. Bahkan, pemangkasan membantu menjaga bentuk tanaman tetap ramping dan terkontrol.Sisakan satu sulur utama dan gunakan tiang atau ajir sebagai penyangga vertikal. Cara ini membantu tanaman tumbuh ke atas, menghemat ruang, dan mencegah rambatan yang berlebihan di area atap.
4. Maksimalkan paparan sinar matahari
Pakar botani Julia Omelchenko menyebut tomat membutuhkan enam hingga delapan jam sinar matahari langsung setiap hari.Letakkan pot di area yang menghadap selatan atau barat agar mendapat cahaya lebih lama. Jika posisi matahari berubah, gunakan troli kecil agar pot mudah dipindahkan.
Apabila atap tertutup bayangan gedung lain, lampu tumbuh (grow light) bisa menjadi solusi tambahan.
5. Pemilihan media tanam dan wadah
Kesalahan umum berkebun di pot adalah menggunakan wadah tanpa lubang drainase. Hal ini bisa menyebabkan akar membusuk.Gunakan pot berbahan terakota atau plastik yang memiliki lubang pembuangan air cukup besar di bagian bawah.
Pilih media tanam yang gembur dan kaya nutrisi agar akar dapat bernapas dengan baik meski ruang terbatas.
6. Menjaga kebersihan dari gulma
Meski berada di atap, benih gulma tetap bisa terbawa angin. Gulma akan menyerap nutrisi yang seharusnya untuk tomat, sehingga perlu segera dicabut.Jika tanah terasa terlalu liat, campurkan pasir kasar agar teksturnya lebih ringan dan berpori sehingga mendukung pertumbuhan buah.
Dengan perawatan yang tepat, atap rumah bisa menjadi kebun produktif yang menghasilkan tomat segar untuk kebutuhan dapur sehari-hari. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News