Cara menanam tomat di atap rumah. Foto: Freepik
Cara menanam tomat di atap rumah. Foto: Freepik

Atap Rumah Bisa Jadi Kebun Tomat, Ini Caranya

Rizkie Fauzian • 20 Februari 2026 13:24
Ringkasnya gini..
  • Area atap rumah bisa disulap jadi kebun tomat produktif. Simak cara memilih varietas hingga teknik pemangkasan yang tepat.
  • Menanam tomat di lahan sempit bukan hal mustahil. Dengan pot dan sinar matahari cukup, tomat bisa tumbuh subur.
  • Ingin berkebun di perkotaan? Ikuti panduan lengkap menanam tomat di atap agar tetap berbuah lebat meski ruang terbatas.
Jakarta: Keterbatasan lahan di area perkotaan kini bukan lagi hambatan untuk berkebun. Area atap rumah bisa dimanfaatkan sebagai lahan tani mini dengan menanam tomat di dalam pot atau wadah.
 
Tomat termasuk tanaman yang tidak memerlukan lahan luas. Dengan teknik yang tepat, mulai dari pemilihan varietas hingga penggunaan penyangga vertikal, tanaman ini tetap bisa tumbuh subur dan berbuah lebat meski di ruang terbatas.

Dilansir dari The Spruce, berikut cara menanam tomat di atap agar hasilnya optimal.

Cara menanam tomat di atap

Atap Rumah Bisa Jadi Kebun Tomat, Ini Caranya
Cara menanam tomat di atap rumah. Foto: Freepik

1. Mengenal varietas tomat yang tepat

Menurut pelatih berkebun Sara Rubens, tidak semua jenis tomat cocok untuk ruang sempit. Varietas indeterminate seperti Sun Gold atau Juliette cenderung tumbuh panjang dan merambat sehingga membutuhkan ruang luas dan struktur penyangga kuat.
 
Baca juga: Atap Rumah Jadi Kebun Sayur? Ini 5 Desain Rooftop Garden

 
Sebaliknya, pilih varietas determinan atau tomat semak. Jenis ini memiliki pertumbuhan lebih terkendali, ukuran lebih ringkas, dan tetap produktif meski ditanam dalam pot kecil.

2. Pemberian nutrisi dan pupuk secara teratur

Tukang kebun profesional Christy Wilhelmi menjelaskan bahwa tomat termasuk tanaman yang “rakus” nutrisi.

Jika ditanam dalam pot, berikan pupuk minimal sebulan sekali, terutama jika media tanam cenderung berpasir.
 
Saat memindahkan bibit ke wadah, tambahkan sedikit pupuk sayuran organik ke lubang tanam dan aduk rata agar nutrisi langsung terserap akar.

3. Teknik pemangkasan tanaman

Tomat tergolong tanaman yang tahan dipangkas. Bahkan, pemangkasan membantu menjaga bentuk tanaman tetap ramping dan terkontrol.
 
Sisakan satu sulur utama dan gunakan tiang atau ajir sebagai penyangga vertikal. Cara ini membantu tanaman tumbuh ke atas, menghemat ruang, dan mencegah rambatan yang berlebihan di area atap.

4. Maksimalkan paparan sinar matahari

Pakar botani Julia Omelchenko menyebut tomat membutuhkan enam hingga delapan jam sinar matahari langsung setiap hari.
 
Letakkan pot di area yang menghadap selatan atau barat agar mendapat cahaya lebih lama. Jika posisi matahari berubah, gunakan troli kecil agar pot mudah dipindahkan.
 
Apabila atap tertutup bayangan gedung lain, lampu tumbuh (grow light) bisa menjadi solusi tambahan.

5. Pemilihan media tanam dan wadah

Kesalahan umum berkebun di pot adalah menggunakan wadah tanpa lubang drainase. Hal ini bisa menyebabkan akar membusuk.
 
Gunakan pot berbahan terakota atau plastik yang memiliki lubang pembuangan air cukup besar di bagian bawah.
 
Pilih media tanam yang gembur dan kaya nutrisi agar akar dapat bernapas dengan baik meski ruang terbatas.

6. Menjaga kebersihan dari gulma

Meski berada di atap, benih gulma tetap bisa terbawa angin. Gulma akan menyerap nutrisi yang seharusnya untuk tomat, sehingga perlu segera dicabut.
 
Jika tanah terasa terlalu liat, campurkan pasir kasar agar teksturnya lebih ringan dan berpori sehingga mendukung pertumbuhan buah.
 
Dengan perawatan yang tepat, atap rumah bisa menjadi kebun produktif yang menghasilkan tomat segar untuk kebutuhan dapur sehari-hari. (Syarifah Komalasari)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA