TIPS
5 Cara Membersihkan Jamur di Kaca, Perhatikan Juga Penyebabnya
Adri Prima
Minggu 08 November 2026 / 20:57
- Jamur pada kaca tumbuh di lingkungan lembap dan gelap, meninggalkan noda hitam, hijau, atau putih serta bau tidak sedap.
- Cuka, soda kue, pasta gigi, dan hidrogen peroksida dapat dimanfaatkan untuk membersihkan jamur pada kaca.
- Bersihkan debu secara rutin dan jaga sirkulasi udara ruangan untuk mencegah jamur kembali tumbuh.
Jakarta: Jamur yang menempel pada kaca jendela dan cermin kerap sulit dibersihkan dan meninggalkan noda. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan beberapa bahan pembersih agar noda tidak kembali lagi.
Jamur dan kapang pada permukaan kaca di alat rumah tangga tumbuh di lingkungan panas, lembap, dan gelap. Pertumbuhannya dipicu oleh penumpukan debu dan kotoran yang membawa materi organik, terutama ketika permukaan kaca jarang dibersihkan dan terpapar kelembapan.
Jika dibiarkan, jamur dapat meluas dan meninggalkan noda hitam, hijau, atau putih, hingga menimbulkan bau tidak sedap.
Untuk mengatasinya, berikut lima cara bersihkan jamur di kaca beserta bahan yang untuk mengatasi noda pada permukaannya:
Hidrogen peroksida memiliki sifat antijamur dan oksidasi yang bisa menghilangkan jamur serta bakteri pada permukaan kaca. Sementara itu, pemutih klorin dapat digunakan untuk mengatasi jamur sekaligus mensterilkan permukaan.
Penggunaannya perlu mengikuti petunjuk pada kemasan dan hindari mencampurkan hidrogen peroksida, pemutih klorin, atau bahan pembersih lainnya.
Soda kue atau baking soda dapat digunakan untuk membersihkan jamur pada kaca dengan cara mencampurkannya dengan air hingga membentuk larutan, lalu masukkan ke botol semprot dan aplikasikan pada bagian kaca yang berjamur.
Selain mengangkat kotoran dan noda, soda kue juga dapat menyerap kelembapan yang mendukung pertumbuhan jamur. Bahan ini mudah ditemukan dan relatif ekonomis.
Cuka putih suling (distilled white vinegar) memiliki sifat asam ringan yang dapat membunuh sekitar 82 persen jamur dan kapang pada permukaan kaca.
Penggunaannya cukup dengan mengoleskan cuka langsung pada bagian yang berjamur tanpa dicampur air. Setelah itu, seka permukaan kaca secara perlahan untuk mengangkat jamur dan kapang.
Pasta gigi dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan noda pada permukaan kaca. Caranya, oleskan pasta gigi secukupnya pada sikat gigi lembut, lalu gosok bagian yang bernoda secara perlahan.
Setelah itu, bersihkan sisa pasta gigi menggunakan kain lembut yang dibasahi air hangat, dan lakukan berulang jika nodanya masih terlihat.
Asam hidrofluorik (HF) merupakan bahan kimia yang terkadang digunakan dalam metode pembersihan kaca. Untuk menggunakannya, campurkan HF dan air dengan perbandingan 1:8, lalu lap kaca secara perlahan.
Namun, bahan ini sangat korosif dan dapat menyebabkan luka bakar, bahkan dalam paparan jumlah kecil. Karena risikonya tinggi, penggunaannya disarankan hanya untuk tenaga ahli dengan prosedur keselamatan khusus.
Untuk mencegah jamur kembali tumbuh, bersihkan debu pada permukaan kaca secara rutin setiap minggu karena penumpukannya dapat membawa materi organik yang mendukung perkembangan jamur.
Selain itu, perhatikan kelembapan ruangan dengan cara menambahkan ventilasi dan tanaman sehingga bisa mengurangi kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur.
Dengan demikian, membersihkan debu secara berkala, menjaga sirkulasi udara, dan memperhatikan kelembapan ruangan menjadi bagian dari perawatan untuk mencegah jamur kembali tumbuh. (Syarifah Komalasari)
(PRI)
Jamur dan kapang pada permukaan kaca di alat rumah tangga tumbuh di lingkungan panas, lembap, dan gelap. Pertumbuhannya dipicu oleh penumpukan debu dan kotoran yang membawa materi organik, terutama ketika permukaan kaca jarang dibersihkan dan terpapar kelembapan.
Jika dibiarkan, jamur dapat meluas dan meninggalkan noda hitam, hijau, atau putih, hingga menimbulkan bau tidak sedap.
Untuk mengatasinya, berikut lima cara bersihkan jamur di kaca beserta bahan yang untuk mengatasi noda pada permukaannya:
1. Menggunakan Hidrogen Peroksida atau Pemutih Klorin
Hidrogen peroksida memiliki sifat antijamur dan oksidasi yang bisa menghilangkan jamur serta bakteri pada permukaan kaca. Sementara itu, pemutih klorin dapat digunakan untuk mengatasi jamur sekaligus mensterilkan permukaan.
Baca Juga :
Cara Membersihkan Jamur dan Lumut Kamar Mandi
2. Menggunakan Larutan Soda Kue
Soda kue atau baking soda dapat digunakan untuk membersihkan jamur pada kaca dengan cara mencampurkannya dengan air hingga membentuk larutan, lalu masukkan ke botol semprot dan aplikasikan pada bagian kaca yang berjamur.
Selain mengangkat kotoran dan noda, soda kue juga dapat menyerap kelembapan yang mendukung pertumbuhan jamur. Bahan ini mudah ditemukan dan relatif ekonomis.
3. Memanfaatkan Cuka
Cuka putih suling (distilled white vinegar) memiliki sifat asam ringan yang dapat membunuh sekitar 82 persen jamur dan kapang pada permukaan kaca.
Penggunaannya cukup dengan mengoleskan cuka langsung pada bagian yang berjamur tanpa dicampur air. Setelah itu, seka permukaan kaca secara perlahan untuk mengangkat jamur dan kapang.
4. Menggunakan Pasta Gigi
Pasta gigi dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan noda pada permukaan kaca. Caranya, oleskan pasta gigi secukupnya pada sikat gigi lembut, lalu gosok bagian yang bernoda secara perlahan.
Setelah itu, bersihkan sisa pasta gigi menggunakan kain lembut yang dibasahi air hangat, dan lakukan berulang jika nodanya masih terlihat.
5. Asam Hidrofluorik (HF)
Asam hidrofluorik (HF) merupakan bahan kimia yang terkadang digunakan dalam metode pembersihan kaca. Untuk menggunakannya, campurkan HF dan air dengan perbandingan 1:8, lalu lap kaca secara perlahan.
Namun, bahan ini sangat korosif dan dapat menyebabkan luka bakar, bahkan dalam paparan jumlah kecil. Karena risikonya tinggi, penggunaannya disarankan hanya untuk tenaga ahli dengan prosedur keselamatan khusus.
Cara Mencegah Jamur Kembali Tumbuh di Kaca
Untuk mencegah jamur kembali tumbuh, bersihkan debu pada permukaan kaca secara rutin setiap minggu karena penumpukannya dapat membawa materi organik yang mendukung perkembangan jamur.
Selain itu, perhatikan kelembapan ruangan dengan cara menambahkan ventilasi dan tanaman sehingga bisa mengurangi kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur.
Dengan demikian, membersihkan debu secara berkala, menjaga sirkulasi udara, dan memperhatikan kelembapan ruangan menjadi bagian dari perawatan untuk mencegah jamur kembali tumbuh. (Syarifah Komalasari)
(PRI)