Jacqueline Stein, pemilik Home Reimagined di Austin, Texas, membagikan tips mengenai teknik dan alat yang tepat agar permukaan kaca dan cermin bersih tanpa meninggalkan noda. Menurutnya, kesalahan paling umum adalah menggunakan terlalu banyak cairan pembersih, melewatkan proses pembersihan debu, serta memakai handuk kertas atau kain katun.
Bahan tersebut cenderung hanya memindahkan serat dan debu, bukan mengangkatnya. Karena itu, Stein menyarankan penggunaan kain mikrofiber yang mampu menangkap kotoran dan kelembapan secara lebih efektif.
Pilihan cairan pembersih kaca

Cairan pembersih untuk kaca jendela. Foto: Freepik
Ada beberapa cairan pembersih yang bisa kamu bikin dirumah, dan direkomendasikan untuk membersihkan kaca dan cermin.
1. Campuran cuka dan air (DIY)
Larutan cuka dan air efektif membersihkan kaca tanpa meninggalkan noda, meski aromanya cukup menyengat bagi sebagian orang.2. Pembersih tanpa amonia
Produk bebas amonia lebih aman digunakan karena tidak membuat kaca terlihat kusam atau berkabut. Stein menyarankan pembersih berbentuk busa karena lebih lama menempel di permukaan.3. Alkohol gosok (rubbing alcohol)
Alkohol cepat menguap sehingga efektif membersihkan cermin tanpa meninggalkan bercak.4. Air hangat dan sabun cuci piring
Beberapa tetes sabun dalam air hangat dapat menjadi alternatif ringan yang memberi hasil bersih tanpa bau menyengat.Alat pembersih yang efektif
Selain kain mikrofiber, squeegee dinilai efektif untuk jendela besar, pintu kamar mandi, atau cermin. Tekniknya adalah menyeka dari atas ke bawah dalam satu gerakan, serta mengelap bilah squeegee setiap selesai menariknya.Langkah membersihkan kaca yang benar

Cara membersihkan kaca dengan benar. Foto: Freepik
Stein menyarankan urutan berikut:
- Bersihkan debu terlebih dahulu dengan kain mikrofiber kering.
- Semprotkan cairan pembersih secukupnya.
- Lap dengan gerakan melingkar untuk mengangkat kotoran, lalu lanjutkan dengan gerakan horizontal panjang.
- Gunakan sisi kain yang kering untuk memoles hingga kaca mengilap.
Stein mengingatkan agar tidak mencampur cuka dengan pembersih berbahan amonia karena dapat menghasilkan uap berbahaya dan residu sulit dibersihkan. Selain itu, penggunaan cairan berlebihan bisa menyebabkan tetesan mengendap di sudut kaca dan memicu kerak.
Ia juga menyarankan pembersihan ringan secara rutin setiap minggu dengan kain mikrofiber kering agar debu tidak menumpuk. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News