Mau Beli Rumah? Perhatikan Calon Tetangga
Lapangan tenis di rusunawa Rawa Bebek, Jakarta Barat. Meski tinggal di lingkungan padat, perhatikan fasum & fasos yang penting bagi kebutuhan psikologi wargainya. MI/Ramdani
Jakarta: Ketika membeli rumah, tentu banyak hal yang menjadi pertimbangan. Pemilihan lokasi ataupun lingkungan tempat tinggal juga bisa jadi merupakan salah satu pengambilan keputusan terpenting.

Membeli rumah memang bukan melulu masalah finansial. Ada hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana memilih lingkungan perumahan yang tepat. Simak tips dari rumah.com yang dapat membantu Anda mendapatkan lingkungan tempat tinggal yang nyaman, seperti berikut ini:


Siapa warganya?

Perhatikan profil demografi warga di perumahan tersebut. Apakah mayoritas adalah keluarga muda dengan anak-anak yang masih kecil? Anak yang beranjak remaja? Banyak pensiunan?

Jika Anda sudah memiliki anak, maka perhatikan apakah di lingkungan tersebut ada teman sebaya yang bisa diajak bermain bersama anak Anda. Hal ini baik bagi anak Anda untuk belajar bersosialisasi.

Bagaimana perawatan rumahnya?

Perhatikan bagaimana lingkungan rumah tersebut terlihat secara keseluruhan. Berjalan kakilah di sekitar area rumah dan lihat bagaimana keadaan rumah lain.

Apakah rumput di rumah-rumah tersebut tercukur dengan rapi? Apakah jalanan yang dilalui mobil cukup bersih? Apakah rumah-rumah tersebut masih dalam bentuk fisik yang cukup baik atau sudah rapuh?

Suara bising dalam lingkungan

Selagi berjalan kaki di area perumahan, perhatikan bagaimana suasana lingkungan tersebut. Apakah suara gonggongan anjing, anak-anak yang bermain, suara kereta api atau mobil di jalanan cukup terdengar dari rumah?

Bila ketenangan merupakan hal yang penting untuk Anda, perhatikan suara-suara di sekitar rumah dengan seksama. Jangan sampai Anda salah memilh lokasi tempat tinggal seperti dekat dengan sekolah atau pasar.

Bau di sekitar rumah

Meskipun terdengar konyol, tapi bau yang ada di sekitar rumah bisa menjadi indikasi penting dalam memilih sebuah rumah. Apakah lokasi rumah dekat dengan pabrik, pembuangan sampah atau mungkin lokasinya dekat dengan peternakan ayam.

Contoh kasus perumahan mewah di pinggiran Jakarta yang dibangun oleh pengembang raksasa dan terkemuka. Tak perlu diragukan kualitas bangunan dan penataan lingkungannya. Tetapi pada saat tertentu angin membawa aroma sampah dari pembuangan akhir yang berjarak belasan kilometer dari sana.


Selain teman sebaya, adanya fasilitas taman bermain patut jadi pertimbangan ketika kita memiliki balita. Bila anak kita usia SD, maka keberadaan sekolah yang baik tak jauh dari rumah adalah faktor penentu. Antara Foto/Prasetia Fauzan

Sekolah

Jika Anda memiliki anak (atau mungkin baru berencana), apakah lebih memilih lokasi rumah yang dekat dengan sekolahan incaran? Untuk kebanyakan orang tua, sekolah menjadi bahan pertimbangan utama ketika membeli sebuah rumah.

Perjanjian dengan pengembang

Anda bisa menanyakan kepada tetangga di sekitar rumah apakah pengembang berkomitmen dalam menjaga keadaan lingkungan perumahan. Mulai dari sistem keamanan, estetika lingkungan perumahan seperti jalan utama, rumput taman, hingga fasilitas pemasangan air dan juga listrik.

Biasanya ketika membeli pengembang akan menjabarkannya, dan penghuni perumahan sendiri akan ditarik iuran bulanan untuk memenuhi kebutuhan ini.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id