Tips membeli rumah pertama. Ilustrasi: Shutterstock
Tips membeli rumah pertama. Ilustrasi: Shutterstock

Beli Rumah Pertama? Periksa 6 Hal Ini agar Tak Menyesal

Rizkie Fauzian • 23 Januari 2022 20:05
Jakarta: Saat membeli properti, penting bagi seorang calon pembeli untuk mengetahui hal-hal dasar untuk memastikan properti yang dibeli aman dan sesuai dengan ekspektasi. Ahli Properti dan Pembiayaan Pinhome Vina Yenastri membagikan beberapa poin penting saat membeli properti.
 
Vina membagi tips membeli rumah dalam webinar "Bahas Tuntas Property by Property Academy Pinhome". Menurutnya ada dua kategori, yakni rumah primer (primary) dan rumah sekunder (secondary). Berikut tipsnya membeli rumah primer.

Rumah primer

1. Pastikan lahan 

Mengecek apakah lahan yang dijual developer ini sudah milik developer, terutama untuk properti inden, adalah hal yang sangat penting. Apabila lahan tersebut belum milik developer, biasanya memiliki risiko yang lebih tinggi. 
 
Namun, hal ini bukan berarti properti tersebut tidak boleh dibeli atau tidak bagus, tapi dari sisi risiko akan meningkat. Jadi akan lebih baik ketika seseorang ingin membeli properti, apalagi properti yang masih inden, tanah atau lahannya sudah milik developer.

2. Perhatikan advice plan atau IMB

Calon pembeli properti harus mengetahui adanya advice plan atau IMB untuk proyek properti tersebut; seperti apa IMB atau plan-nya, dan kalau bisa, minta data mengenai hal ini.

3. Selalu cek cara developer berjualan

Cara developer berjualan juga merupakan suatu hal yang harus diperhatikan, apakah developer tersebut terlalu banyak memberi diskon atau terlalu banyak iming-iming harga. Sebenarnya hal tersebut bukanlah hal yang negatif, tetapi apabila terlalu banyak dan besar, hal ini juga harus diwaspadai. 

4. Selalu cek kredibilitas developer

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan oleh calon pembeli adalah kredibilitas developer, seperti siapa nama developernya, PT-nya apa, cek historical-nya apa saja, dan developer tersebut pernah menangani project di mana saja.

5. Bank

Perhatikan bank apa saja yang bekerja sama dengan developer tersebut. Semakin banyak dan terkenal banknya, semakin bagus

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sebenarnya ada cara mengecek yang simple, yaitu cukup dengan mencari tahu bank apa saja yang bekerjasama dengan developer ini. Kalau bank yang bekerjasama sudah cukup banyak dan bank terkenal, bisa dibilang developernya sudah lebih aman. Karena ketika developer ini bekerjasama dengan pihak bank, dia sudah melakukan MoU dan semua legalitasnya sudah dicek oleh pihak bank. Jadi bisa dibilang lebih aman ketika developer tersebut bekerjasama dengan beberapa bank besar," jelas Vina.

6. Baca baik-baik isi surat perjanjian

Apabila sudah deal dan memiliki surat pesanan atau di saat calon pembeli akan memproses tanda tangan untuk dokumen apapun, bacalah baik-baik isi surat perjanjiannya. Jangan asal percaya dan terlalu tergesa-gesa membubuhkan tanda tangan Anda.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif