TIPS
7 Cara Menjaga Lantai Tetap Bersih Lebih Lama di Rumah
Rizkie Fauzian
Selasa 15 September 2026 / 14:15
- Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga lantai tetap bersih lebih lama.
- Melepas alas kaki, menggunakan keset, membersihkan debu sebelum mengepel, dan segera mengatasi tumpahan dapat mengurangi kotoran di lantai.
- Gunakan alat pel yang bersih dan cairan pembersih sesuai jenis lantai agar permukaan tetap terawat dan tidak cepat kusam.
Jakarta: Lantai menjadi salah satu bagian rumah yang paling sering terkena debu, kotoran, pasir, hingga noda dari aktivitas sehari-hari. Karena itu, lantai terkadang kembali terlihat kotor meski baru saja dipel.
Membersihkan lantai secara rutin memang penting, tetapi kebiasaan setelah dan sebelum membersihkan lantai juga berpengaruh terhadap daya tahan kebersihannya.
Dengan beberapa langkah sederhana, lantai dapat tetap bersih lebih lama sehingga frekuensi mengepel tidak harus terlalu sering.
Cara menjaga lantai tetap bersih lebih lama. Foto: Freepik
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar lantai rumah tidak cepat kotor:
Pilih keset yang mudah dicuci dan bersihkan secara rutin. Keset yang sudah terlalu kotor justru dapat menjadi sumber kotoran baru.
Sediakan tempat khusus untuk menyimpan sandal atau sepatu agar kebiasaan tersebut lebih mudah dilakukan.
Debu dan pasir yang bercampur dengan air dapat membuat permukaan lantai terlihat kusam. Partikel yang kasar juga berpotensi menggores permukaan lantai jika terus bergesekan saat dibersihkan.
Gunakan kain atau lap bersih untuk menyerap tumpahan sebelum membersihkan area tersebut dengan cairan pembersih yang sesuai dengan jenis lantai.
Gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasan dan sesuaikan dengan material lantai. Lantai keramik, granit, marmer, vinyl, dan material lainnya dapat membutuhkan metode perawatan yang berbeda.
Bilas dan cuci kepala pel setelah digunakan. Jika sudah rusak atau sulit dibersihkan, pertimbangkan untuk menggantinya agar proses mengepel tetap efektif.
Fokuskan pembersihan pada area tersebut setiap hari atau ketika terlihat kotor. Sementara itu, area yang jarang digunakan dapat dibersihkan dengan frekuensi yang lebih rendah.
Lakukan pembersihan dari bagian atas ke bawah. Dengan cara ini, debu yang jatuh dari furnitur dapat dibersihkan setelah seluruh permukaan selesai dilap.
Menjaga rumah tetap rapi akan memudahkan proses menyapu, menggunakan vacuum, maupun mengepel secara rutin.
Perawatan juga sebaiknya disesuaikan dengan jenis lantai. Hindari penggunaan bahan atau cairan pembersih yang tidak sesuai karena dapat membuat permukaan lantai rusak, kusam, atau berubah warna.
Dengan rutinitas yang konsisten, lantai rumah dapat lebih mudah dirawat dan tetap terlihat bersih tanpa harus terus-menerus mengepel.
(KIE)
Membersihkan lantai secara rutin memang penting, tetapi kebiasaan setelah dan sebelum membersihkan lantai juga berpengaruh terhadap daya tahan kebersihannya.
Dengan beberapa langkah sederhana, lantai dapat tetap bersih lebih lama sehingga frekuensi mengepel tidak harus terlalu sering.
Cara menjaga lantai tetap bersih lebih lama

Cara menjaga lantai tetap bersih lebih lama. Foto: Freepik
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar lantai rumah tidak cepat kotor:
1. Letakkan keset di area masuk
Keset dapat membantu menahan debu, pasir, dan kotoran yang terbawa dari luar rumah. Letakkan keset di bagian luar dan dalam pintu masuk agar kotoran dari alas kaki tidak langsung terbawa ke dalam.Pilih keset yang mudah dicuci dan bersihkan secara rutin. Keset yang sudah terlalu kotor justru dapat menjadi sumber kotoran baru.
2. Biasakan melepas alas kaki di dalam rumah
Alas kaki dapat membawa debu, tanah, pasir, dan berbagai kotoran dari luar. Membiasakan anggota keluarga melepas alas kaki sebelum masuk rumah dapat membantu mengurangi kotoran yang menempel di lantai.Sediakan tempat khusus untuk menyimpan sandal atau sepatu agar kebiasaan tersebut lebih mudah dilakukan.
3. Bersihkan debu sebelum mengepel
Jangan langsung mengepel lantai yang masih dipenuhi debu dan pasir. Gunakan sapu, vacuum cleaner, atau alat pembersih debu terlebih dahulu.Debu dan pasir yang bercampur dengan air dapat membuat permukaan lantai terlihat kusam. Partikel yang kasar juga berpotensi menggores permukaan lantai jika terus bergesekan saat dibersihkan.
4. Segera bersihkan tumpahan
Tumpahan makanan, minuman, minyak, atau cairan lain sebaiknya segera dibersihkan. Semakin lama dibiarkan, semakin besar kemungkinan noda menempel dan lebih sulit dihilangkan.Gunakan kain atau lap bersih untuk menyerap tumpahan sebelum membersihkan area tersebut dengan cairan pembersih yang sesuai dengan jenis lantai.
5. Jangan menggunakan cairan pembersih terlalu banyak
Penggunaan cairan pembersih yang berlebihan tidak selalu membuat lantai menjadi lebih bersih. Sisa produk yang tidak terangkat dengan baik justru dapat meninggalkan lapisan pada permukaan lantai dan membuatnya terasa lengket.Gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasan dan sesuaikan dengan material lantai. Lantai keramik, granit, marmer, vinyl, dan material lainnya dapat membutuhkan metode perawatan yang berbeda.
6. Gunakan alat pel yang bersih
Kondisi alat pel juga menentukan hasil pembersihan. Kain pel yang sudah terlalu kotor atau jarang dicuci dapat memindahkan kotoran kembali ke lantai.Bilas dan cuci kepala pel setelah digunakan. Jika sudah rusak atau sulit dibersihkan, pertimbangkan untuk menggantinya agar proses mengepel tetap efektif.
7. Bersihkan area yang paling sering dilewati
Tidak semua bagian lantai memiliki tingkat kotoran yang sama. Area dekat pintu, ruang keluarga, dapur, dan lorong biasanya lebih sering dilewati sehingga lebih cepat kotor.Fokuskan pembersihan pada area tersebut setiap hari atau ketika terlihat kotor. Sementara itu, area yang jarang digunakan dapat dibersihkan dengan frekuensi yang lebih rendah.
8. Bersihkan furnitur dan permukaan rumah secara rutin
Debu pada meja, rak, sofa, atau furnitur lain dapat kembali jatuh ke lantai. Karena itu, membersihkan lantai saja tidak cukup jika permukaan di sekitarnya masih dipenuhi debu.Lakukan pembersihan dari bagian atas ke bawah. Dengan cara ini, debu yang jatuh dari furnitur dapat dibersihkan setelah seluruh permukaan selesai dilap.
9. Jaga rumah tetap rapi
Barang yang berserakan dapat membuat proses membersihkan lantai menjadi lebih sulit. Selain itu, area yang jarang dibersihkan berpotensi menjadi tempat berkumpulnya debu dan kotoran.Menjaga rumah tetap rapi akan memudahkan proses menyapu, menggunakan vacuum, maupun mengepel secara rutin.
Kebersihan lantai dimulai dari kebiasaan
Menjaga lantai tetap bersih lebih lama tidak hanya bergantung pada seberapa sering lantai dibersihkan. Kebiasaan sederhana seperti melepas alas kaki, menggunakan keset, segera membersihkan tumpahan, dan membersihkan debu sebelum mengepel dapat membantu mengurangi kotoran.Perawatan juga sebaiknya disesuaikan dengan jenis lantai. Hindari penggunaan bahan atau cairan pembersih yang tidak sesuai karena dapat membuat permukaan lantai rusak, kusam, atau berubah warna.
Dengan rutinitas yang konsisten, lantai rumah dapat lebih mudah dirawat dan tetap terlihat bersih tanpa harus terus-menerus mengepel.
(KIE)