Badan jalan di Pante Raya, Bener Meriah, Aceh, Selasa (8/1/2019). Sedikitnya ada 10 titik badan jalan penghubung Bireuen dan Aceh Tengah itu longsor akibat hujan dua hari terakhir. Antara Foto/Ampelsa
Badan jalan di Pante Raya, Bener Meriah, Aceh, Selasa (8/1/2019). Sedikitnya ada 10 titik badan jalan penghubung Bireuen dan Aceh Tengah itu longsor akibat hujan dua hari terakhir. Antara Foto/Ampelsa

Musim Penghujan, Kenali Tanda Alam Ancaman Longsor

Properti tanah longsor Longsor Sukabumi
Rizkie Fauzian • 12 Januari 2019 09:09
Jakarta: Tanah longsor sering terjadi terutama jika memasuki musim penghujan seperti saat ini. Tingginya intensitas hujan akan membuat volume air tanah jadi jenuh dan bebannya terlalu berat untuk ditahan akar-akar pepohonan.

Bila kebetulan tempat tinggal Anda tidak jauh dari tebing, bukit atau daerah rawan longsor, sebaiknya lebih waspada. Untuk mengetahui potensi ancaman longsor, ada tanda-tanda alam yang dapat perlu Anda ketahui.

Paling utama adalah bukit yang gundul. Bukit minim pepohonan, artinya tidak ada cukup banyak akar yang kuat untuk menahan dan mengcengkram tanah ketika kandungan air tanah sudah sangat jenuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Tanda alam berikutnya adalah retakan tanah yang cukup panjang dan lebar serta adanya suara pergerakan tanah. "Tanda tebing akan longsor seperti ada retakan tanah dan suara pergerakan tanah," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, seperti dikutip dari Antara. Berikutnya adalah perubahan posisi pepohonan atau tiang listrik. Anda harus meningkatkan kewaspadaan bila posisi pepohan atau tiang listrik tidak lagi tegak lurus, tetapi mulai miring bahkan rebah.


Foto udara pencarian korban tanah longsor di kampung Cimapag,  Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). Antara Foto/M Agung Rajasa

"Bila menemukan tanda-tanda kemungkinan longsor, segera hubungi pihak berwenang menangani longsor. Selain itu, segera pindahkan penduduk yang terancam terdampak longsor," sambung Sutopo.

Menurutnya saat ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah memiliki peta potensi bencana longsor untuk masing-masing wilayah. Wilayah dengan risiko longsor dan bencana alam yang tinggi seharusnya bukan untuk pemukiman atau pertanian, melainkan konservasi alias hutan.

Peta penting itu sudah disampaikan kepada pemerintah daerah untuk acuan pengembangan wilayah bersangkutan. Warga masyarakat dapat mengaksesnya melalui situs resmi PVMBG.

"Sayangnya belum banyak masyarakat dan pemerintah daerah yang mengakses peta potensi bencana longsor itu," tambah Sutopo.

 


(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi