TIPS
Jangan Langsung Digosok, Ini 5 Cara Tepat Hilangkan Kerak di Keran
Adri Prima
Minggu 04 Oktober 2026 / 21:14
- Kerak kapur pada keran dan pancuran muncul akibat endapan mineral dari air, terutama pada air dengan kesadahan tinggi.
- Cuka putih atau asam sitrat dapat membantu mengangkat kerak setelah ditempelkan pada permukaan selama beberapa menit.
- Setelah dibersihkan, keran perlu dibilas dan segera dikeringkan agar sisa air tidak kembali meninggalkan endapan kapur.
Jakarta: Keran dan pancuran air kamar mandi digunakan setiap hari sehingga kebersihannya perlu diperhatikan. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah kerak kapur yang menempel pada permukaan keran air.
Kerak biasanya terlihat sebagai endapan putih yang menempel di sekitar keran. Jika dibiarkan, penumpukan tersebut dapat membuat permukaan terlihat kotor dan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Banyaknya kerak yang terbentuk dapat berbeda pada setiap keran, salah satunya dipengaruhi oleh frekuensi pemakaian. Kondisi air juga berperan karena air dengan tingkat kesadahan yang tinggi dapat meninggalkan endapan kapur lebih banyak.
Proses membersihkan kerak tetap perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut lima cara bersihkan kerak di keran dan pancuran air yang dapat dilakukan:
1. Hilangkan kotoran yang terlihat jelas
Keran sebaiknya dibersihkan dari kotoran yang terlihat jelas menggunakan kain yang telah dibasahi air untuk mengangkat sisa sabun, cipratan air, pasta gigi, maupun kotoran lainnya.
Tahap ini bertujuan membersihkan permukaan sehingga cairan penghilang kerak dapat mengenai endapan kapur secara langsung.
2. Tempelkan kain yang telah dibasahi cuka putih atau asam sitrat
Setelah permukaan keran bersih dari kotoran, siapkan kain dan basahi dengan cuka putih atau larutan asam sitrat. Kain yang sudah dibasahi kemudian ditempelkan pada bagian keran yang berkerak.
3. Durasi perendaman
Setelah kain ditempelkan, biarkan cairan bekerja pada kerak selama sekitar 15 hingga 30 menit. Namun, perhatikan material keran untuk menentukan durasi perendaman. Keran lapisan hitam doff maupun permukaan yang dipernis cukup sekitar 5 hingga 10 menit.
Jenis lapisan permukaan perlu menjadi pertimbangan agar proses penghilangan kerak tidak menimbulkan kerusakan.
4. Angkat kain pembersih
Setelah waktu yang ditentukan selesai, kain dapat diangkat dan sisa endapan yang masih melekat dapat dibersihkan menggunakan sikat berbulu lembut atau sikat gigi bekas.
Gosok permukaan perlahan dan permukaan keran perlu dibilas menggunakan air bersih. Pembilasan ini bertujuan menghilangkan sisa cairan asam yang masih tertinggal setelah proses pembersihan.
5. Keringkan area keran
Keran yang sudah dibilas sebaiknya langsung dikeringkan menggunakan kain yang bersih, lembut, dan kering. Jangan membiarkan permukaan mengering dengan sendirinya karena air yang menguap dapat kembali meninggalkan endapan kapur.
Jika kerak masih terlihat setelah satu kali proses, pembersihan dapat dilakukan kembali dengan kain baru, hindari menggunakan kain yang sama seperti proses sebelumnya.
Cara ini dapat membantu proses pembersihan tetap dilakukan secara bertahap sambil memperhatikan kondisi lapisan permukaan keran. (Syarifah Komalasari)
(PRI)
Kerak biasanya terlihat sebagai endapan putih yang menempel di sekitar keran. Jika dibiarkan, penumpukan tersebut dapat membuat permukaan terlihat kotor dan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Banyaknya kerak yang terbentuk dapat berbeda pada setiap keran, salah satunya dipengaruhi oleh frekuensi pemakaian. Kondisi air juga berperan karena air dengan tingkat kesadahan yang tinggi dapat meninggalkan endapan kapur lebih banyak.
Proses membersihkan kerak tetap perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut lima cara bersihkan kerak di keran dan pancuran air yang dapat dilakukan:
1. Hilangkan kotoran yang terlihat jelas
Keran sebaiknya dibersihkan dari kotoran yang terlihat jelas menggunakan kain yang telah dibasahi air untuk mengangkat sisa sabun, cipratan air, pasta gigi, maupun kotoran lainnya.
Tahap ini bertujuan membersihkan permukaan sehingga cairan penghilang kerak dapat mengenai endapan kapur secara langsung.
2. Tempelkan kain yang telah dibasahi cuka putih atau asam sitrat
Setelah permukaan keran bersih dari kotoran, siapkan kain dan basahi dengan cuka putih atau larutan asam sitrat. Kain yang sudah dibasahi kemudian ditempelkan pada bagian keran yang berkerak.
3. Durasi perendaman
Setelah kain ditempelkan, biarkan cairan bekerja pada kerak selama sekitar 15 hingga 30 menit. Namun, perhatikan material keran untuk menentukan durasi perendaman. Keran lapisan hitam doff maupun permukaan yang dipernis cukup sekitar 5 hingga 10 menit.
Baca Juga :
Tips Memilih Keran Air untuk Wastafel Dapur
4. Angkat kain pembersih
Setelah waktu yang ditentukan selesai, kain dapat diangkat dan sisa endapan yang masih melekat dapat dibersihkan menggunakan sikat berbulu lembut atau sikat gigi bekas.
Gosok permukaan perlahan dan permukaan keran perlu dibilas menggunakan air bersih. Pembilasan ini bertujuan menghilangkan sisa cairan asam yang masih tertinggal setelah proses pembersihan.
5. Keringkan area keran
Keran yang sudah dibilas sebaiknya langsung dikeringkan menggunakan kain yang bersih, lembut, dan kering. Jangan membiarkan permukaan mengering dengan sendirinya karena air yang menguap dapat kembali meninggalkan endapan kapur.
Jika kerak masih terlihat setelah satu kali proses, pembersihan dapat dilakukan kembali dengan kain baru, hindari menggunakan kain yang sama seperti proses sebelumnya.
Cara ini dapat membantu proses pembersihan tetap dilakukan secara bertahap sambil memperhatikan kondisi lapisan permukaan keran. (Syarifah Komalasari)
(PRI)