Seberapa Mampu Kita Membeli Rumah?
Gedung rumah susun hak milik Cengkareng di latar belakang anak yang sedang bermain. Rusunami adalah pilihan palinh masuk akal untuk warga perkotaan yang berpenghasiilan pas-pasn. MI/Atet Dwi
Jakarta:  Sepertinya tidak ada yang ingin selamanya menetap di rumah kontrakan. Di tengah keterbatasan, dalam hati kecil pasti selalu terbesit impian untuk bisa membeli rumah layaknya rekan kerja atau kerabat dekat.

Masalahnya sanggup nggak kita melunasi cicilannya? Bila sanggup, sesanggup apakah? Bagaimana cara menghitung kesanggupan membeli rumah? Berikut ini panduan mudah dari rumah.com yang bisa diikuti.


Hanya Anda yang tahu seberapa besar kesanggupan Anda dalam membeli rumah. Anda harus memperkirakan bahwa rumah yang akan dibeli bisa membuat tujuan keuangan dan gaya hidup tercapai.

Di dalam ilmu perencanaan keuangan sebaiknya Anda mengalokasikan penghasilan untuk beberapa pos berikut ini:

    50 persen – 60 persen untuk biaya hidup bulanan.
    20 persen untuk tabungan dan investasi sesuai tujuan finansial.
    10 persen untuk dana darurat.
    30 persen untuk cicilan semua pinjaman.

Bilamana ada cicilan lain, maka alokasi untuk pos pengeluaran lain harus dikurangi. Selanjutnya mencari lokasi idaman dengan melakukan pencarian lewat perumahan baru sebagai langkah awal.

Kumpulkan selengkap mungkin informasi rumah yang akan dibeli mulai status hukum lahan, luas bangunan, fasilitas, akses serta harga yang ditawarkan. Bila untuk tempat tinggal, hindari beli rumah di perumahan yang banyak dibeli spekulan, karena pasti akan sepi penghuni dan minim sarana penunjang.

Pelajari harga pasar dengan membandingkan harga-harga rumah yang berlaku saat ini di wilayah tersebut dengan jenis rumah yang sama. Kita dapat temukan harga yang terbilang wajar dan tidak mahal.
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id