Bahkan olahraga yang satu ini tak hanya disukai oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Berikut ini beberapa tips untuk membuat wahana wall climbing di dalam rumah.
1. Sesuaikan dengan Pengguna
Hal pertama yang harus dilakukan adalah siapa pengguna wall climbing. Sebab, beberapa unsur panjat tebing harus disesuaikan dengan pengguna, seperti posisi dinding hingga jenis genggaman.
2. Sesuaikan Kondisi Ruangan
Salah satu hal yang harus diperhatikan yaitu bentuk. Jangan pernah memaksakan membangun arena panjat dinding seperti yang ada di outdoor.
Jika wall climbing diperuntukkan bagi anak-anak, Anda bisa membuatnya dengan bentuk horizontal, meski tingginya terbatas namun luas area panjat dinding lebih luas.
3. Penyusunan Bingkai
Jika wall climbing dibuat untuk anak-anak, maka keamanan adalah yang utama. Pastikan bahwa bingkai yang terpasang jaraknya tidak terlalu jauh. Salah satu rekomendasi yang diberikan yaitu mengatur jarak bingkai 2x4 secara teratur.
4. Menggunakan Bahan yang Tepat
Papan setebal 3/4 atau 1 inci cocok digunakan untuk anak-anak, biasanya ukuran papan tersebut banyak diterapkan oleh gym pendakian.
Tak hanya itu, permukaan papan juga harus diperhatikan. Disarankan agar memilih papan tipe Baltic Birch.
5. T-nuts
T-nuts adalah alat yang digunakan untuk mengikat kayu, partikel atau komposit yang dipasang pada bagian belakang papan.
Pasang T-nutt secara teratur dan berjarak 6-8 inci. Hal itu berguna agar pengguna tidak kesulitan jika ingin mengubah atau memindahkan pegangan.
6. Kualitas Pegangan
Bookser mengingatkan kualitas pegangan harus disesuaikan dengan volume papan panjat tebing. Jika sering, maka sangat disarankan menggunakan genggaman yang berkualitas baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News