TIPS

Setrika Uap vs Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk di Rumah?

Rizkie Fauzian
Rabu 09 September 2026 / 16:57
Ringkasnya gini..
  • Setrika uap menggunakan uap dari air yang dipanaskan untuk membantu menghilangkan kerutan, sedangkan setrika biasa mengandalkan panas dari pelat pemanas.
  • Setrika uap cocok untuk kain yang halus dan mudah kusut, sementara setrika biasa lebih tepat untuk pakaian yang membutuhkan tekanan dan lipatan tegas.
  • Pemilihan setrika sebaiknya disesuaikan dengan jenis kain, kebutuhan penggunaan, kepraktisan, serta hasil akhir yang diinginkan.
Jakarta: Menyetrika pakaian menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu dilakukan untuk menjaga pakaian tetap rapi dan bebas kerutan. Saat ini, tersedia berbagai jenis alat setrika yang dapat digunakan, di antaranya setrika uap dan setrika biasa.

Setrika uap dan setrika biasa atau setrika kering memiliki cara kerja, kebutuhan penggunaan, serta hasil yang berbeda. Perbedaan tersebut membuat pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis pakaian dan kebutuhan sehari-hari.

Apa itu setrika uap vs setrika biasa?

setrikabiasa
Setrika uap dan setrika biasa atau setrika kering memiliki cara kerja berbeda. Foto: Freepik

Setrika biasa atau setrika kering bekerja menggunakan pelat pemanas. Panas dari pelat tersebut digunakan untuk menghilangkan kerutan melalui kontak langsung dengan permukaan kain.

Bentuk setrika biasa cenderung ringkas dan ringan. Alat ini umumnya juga memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan setrika uap.

Sementara itu, setrika uap memiliki tangki air dan lubang untuk mengeluarkan uap. Air yang dipanaskan menghasilkan uap yang dapat membantu melembutkan serat kain sehingga kerutan lebih mudah dihilangkan.

Sejumlah setrika uap juga hadir dalam model portabel yang dapat digunakan secara vertikal ketika pakaian masih tergantung. Model tersebut tidak selalu membutuhkan papan setrika sehingga lebih praktis untuk penggunaan tertentu.
 

Kapan harus menggunakan setrika uap?

Setrika uap cocok digunakan untuk bahan pakaian yang mudah kusut atau membutuhkan penanganan lebih lembut. Uap dapat membantu merapikan kain tanpa harus selalu memberikan tekanan langsung menggunakan pelat panas.

Selain pakaian sehari-hari, setrika uap dapat digunakan untuk merapikan gaun, tirai, hingga seprai tempat tidur.

Kelebihan setrika uap

  1. Dapat digunakan untuk merapikan bahan kain yang halus dan tipis.
  2. Risiko kain terbakar atau rusak dapat lebih kecil karena tidak selalu membutuhkan kontak langsung dengan pelat panas.
  3. Model portabel dapat digunakan ketika pakaian masih tergantung.
  4. Setrika uap portabel umumnya memiliki bentuk genggam sehingga lebih mudah dibawa bepergian.

Kekurangan setrika uap

  1. Tangki perlu diisi air agar perangkat dapat menghasilkan uap.
  2. Tidak memberikan tekanan langsung seperti setrika biasa untuk membuat sudut atau lipatan pakaian lebih tegas.
  3. Pada kondisi tertentu, proses menghilangkan kerutan dapat membutuhkan waktu lebih lama.
  4. Perlu dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan mineral yang dapat menyumbat lubang uap.
  5. Model nonportabel cenderung lebih besar dan berat sehingga kurang praktis untuk dibawa bepergian.

Kapan harus menggunakan setrika biasa?

Setrika biasa cocok digunakan untuk pakaian yang membutuhkan tekanan langsung agar hasilnya lebih rapi. Alat ini terutama berguna untuk kain yang lebih tebal atau pakaian dengan bagian sudut dan lipatan yang membutuhkan bentuk tegas.

Setrika biasa juga dapat membantu merapikan area kain yang lebih kecil berkat bagian ujungnya yang runcing. Pengguna dapat menyesuaikan suhu dengan jenis bahan pakaian agar hasil penyetrikaan tetap optimal.

Kelebihan setrika biasa

  1. Mampu menghasilkan sudut dan lipatan pakaian yang lebih rapi serta tegas.
  2. Pengguna dapat mengatur tekanan dan suhu sesuai kebutuhan kain.
  3. Dapat digunakan untuk merapikan area kain yang sempit atau bagian yang lebih sulit dijangkau.
  4. Tidak membutuhkan air sehingga tidak ada risiko pakaian terkena air dari tangki.
  5. Praktis digunakan karena hanya membutuhkan sumber listrik.

Kekurangan setrika biasa

  1. Umumnya membutuhkan papan atau permukaan datar sebagai alas untuk menyetrika pakaian.
  2. Membutuhkan waktu untuk menyiapkan alat dan permukaan setrika.
  3. Kurang cocok untuk jenis kain tertentu yang sensitif terhadap kontak langsung dengan panas.
  4. Terdapat risiko kain gosong atau rusak jika setrika dibiarkan pada suhu tinggi terlalu lama.
Pada akhirnya, perbedaan setrika uap dan setrika biasa terletak pada cara kerja, kemudahan penggunaan, serta hasil akhir yang diinginkan.

Setrika uap dapat menjadi pilihan untuk merapikan kain dengan bantuan uap, terutama saat membutuhkan proses yang lebih praktis. Sementara itu, setrika biasa lebih sesuai untuk pakaian yang membutuhkan tekanan dan lipatan yang tegas. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH