Jarak ideal sumur air ke septic tank. Foto: Freepik
Jarak ideal sumur air ke septic tank. Foto: Freepik

Jarak Ideal Sumur Air dan Septic Tank agar Air Tetap Aman

Rizkie Fauzian • 22 Januari 2026 13:22
Jakarta: Dalam membangun atau merenovasi rumah, banyak orang lebih memprioritaskan desain dan tata ruang. Namun, ada satu aspek krusial yang kerap luput dari perhatian, yakni jarak antara sumur air bersih dan septic tank. Padahal, kesalahan penempatan keduanya dapat berdampak langsung pada kualitas air dan kesehatan penghuni rumah.
 
Air sumur masih menjadi sumber utama air bersih di banyak wilayah Indonesia. Jika jaraknya terlalu dekat dengan septic tank, limbah domestik berpotensi meresap ke tanah dan mencemari air. Bakteri, virus, serta zat berbahaya dari kotoran manusia bisa masuk ke sumber air minum tanpa disadari, meski air terlihat jernih dan tidak berbau.

Jarak ideal sumur dan septic tank menurut standar

Jarak Ideal Sumur Air dan Septic Tank agar Air Tetap Aman
Jarak ideal sumur air ke septic tank. Foto: Freepik
 
Di Indonesia, jarak aman antara sumur air bersih dan septic tank umumnya mengacu pada ketentuan Kementerian Kesehatan serta praktik teknis bangunan.

Jarak yang paling aman dan sering direkomendasikan adalah minimal 10 meter. Ketentuan ini bertujuan mencegah bakteri, virus, dan zat berbahaya dari septic tank meresap ke sumber air minum, sehingga kualitas air tetap terjaga untuk kebutuhan sehari-hari.
 
Namun, pada kondisi tertentu seperti permukiman padat, jarak minimal 5 meter masih kerap ditemui. Meski demikian, jarak ini memiliki risiko pencemaran yang lebih tinggi. Karena itu, diperlukan pengamanan tambahan, seperti penggunaan septic tank yang benar-benar kedap, sumur bor dengan kedalaman memadai, serta sistem filtrasi air.
 
“Masalahnya, pencemaran air tanah sering tidak langsung terlihat. Air bisa tampak bersih, tetapi sebenarnya sudah terkontaminasi bakteri,” ujar seorang praktisi sanitasi lingkungan.

Faktor yang mempengaruhi keamanan jarak

Selain jarak, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan:

1. Arah aliran air tanah

Sumur sebaiknya berada lebih tinggi dari septic tank.

2. Jenis tanah

Tanah berpasir, air limbah lebih cepat meresap (butuh jarak lebih jauh).
 
Tanah liat, resapan lebih lambat.

3. Kedalaman sumur

Sumur dangkal (<10 m) lebih rentan tercemar.
 
Sumur bor dalam relatif lebih aman.

4. Kualitas septic tank

Septic tank kedap dan sesuai SNI jauh lebih aman.

5. Kepadatan lingkungan

Di area padat, pengolahan limbah komunal bisa menjadi solusi.

Risiko jangka panjang

Dampak dari jarak sumur dan septic tank yang tidak ideal sering kali baru terasa dalam jangka panjang. Air yang tercemar dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari diare, tifus, hingga gangguan kulit. Kondisi ini tentu berlawanan dengan tujuan rumah sebagai tempat tinggal yang aman dan sehat.
 
Dengan perencanaan yang tepat, risiko tersebut sebenarnya bisa diminimalkan. Menjaga jarak ideal, menggunakan septic tank sesuai standar, serta melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala menjadi langkah sederhana namun penting.
 
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas hidup, memperhatikan jarak sumur air dan septic tank bukan lagi sekadar urusan teknis bangunan, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan seluruh anggota keluarga.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan