Mode pada AC dan fungsinya (Foto: Freepik)
Mode pada AC dan fungsinya (Foto: Freepik)

10 Mode AC dan Fungsinya yang Wajib Diketahui!

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Januari 2026 13:08
Jakarta: Air Conditioner atau AC telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun, masih banyak orang masih kebingungan saat mengoperasikan remote AC lantaran tidak mengetahui mode-mode pada AC.
 
Pada remote AC terdapat berbagai macam mode yang dirancang khusus untuk menyesuaikan kondisi ruangan, cuaca, hingga kebutuhan kesehatan pengguna. Termasuk juga Dry Mode yang memiliki fungsi serupa dehumidifier, yaitu mengurangi kelembapan ruanga. 
 
Memahami fungsi setiap mode pada AC bukan hanya soal membuat ruangan menjadi dingin, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keawetan mesin (kompresor), menjaga kesehatan kulit dan pernapasan, serta yang paling penting, yaitu menghemat tagihan listrik bulanan. 

Berikut ini adalah Mode AC yang wajib kamu ketahui beserta fungsinya.

Jenis Mode AC dan Fungsinya

1. Auto Mode (Simbol Huruf A atau Lingkaran)

Auto Mode adalah fitur cerdas di mana sensor AC akan mendeteksi suhu ruangan saat ini dan secara otomatis menentukan mode mana yang paling tepat (apakah Cool atau Dry). AC juga akan mengatur kecepatan kipas secara mandiri agar ruangan mencapai suhu ideal secara efisien.
 
Pemakaian AC dengan mode ini menghemat konsumsi listrik karena kinerja kipas pada mode ini disesuaikan sehingga dapat meminimalisir konsumsi listrik jika dibandingkan pada saat menggunakan mode Manual. Kamu juga dapat menggunakan mode ini jika tidak ingin terus menerus mengganti suhu AC.

2.  Cool Mode (Simbol Kristal Es)

Cool Mode adalah mode yang paling sering digunakan. Fungsi utamanya adalah mendinginkan ruangan hingga mencapai suhu yang ditentukan pada remote. Saat mode ini aktif, kompresor akan bekerja maksimal untuk menurunkan suhu ruangan.
 
Kapan menggunakannya? Gunakan mode ini saat cuaca sangat panas atau ketika kamu baru saja masuk ke ruangan yang pengap. Namun perlu diingat, semakin rendah suhu yang kamu setel (misalnya 16°C), semakin keras kompresor bekerja, yang berujung pada konsumsi listrik yang lebih tinggi.
 
Jika ingin menggunakan mode ini, kamu bisa mengklik tombol dengan ikan salju atau kristal es, perlu diketahui juga bahwa mode tersebut membuat konsumsi listrik menjadi lebih besar karena kipas serta kompresor AC akan bekerja dengan kecepatan tinggi untuk menghasilkan suhu dingin yang lebih cepat.

3. Dry Mode (Simbol Tetesan Air)

Banyak orang keliru mengira Dry Mode sama dengan Cool Mode. Padahal, fungsi utama Dry Mode bukanlah mendinginkan suhu, melainkan mengurangi kelembapan udara (humidity). Di mode ini, kipas AC akan berputar lebih lambat dan kompresor bekerja sebentar-sebentar untuk menyerap uap air di udara.
 
Menggunakan Dry Mode saat musim hujan sangat efektif untuk mencegah pertumbuhan jamur di dinding dan menjaga udara agar tidak terasa "berat" atau lembap. Selain itu, mode ini jauh lebih hemat listrik dibandingkan Cool Mode.

4. Fan Mode (Simbol Kipas)

Pada Fan Mode, AC hanya akan menjalankan unit kipas di dalam indoor tanpa menyalakan kompresor di unit outdoor. Udara yang dihasilkan hanya angin biasa, layaknya kipas angin dinding.
 
Mode ini sangat berguna untuk sirkulasi udara jika ruangan dirasa sudah cukup dingin namun terasa pengap. Karena kompresor mati, penggunaan daya listrik pada mode ini sangatlah kecil sehingga penggunaan mode ini juga dapat menghemat daya listrik.

5. Sleep Mode (Simbol Bulan Sabit)

Banyak orang terbangun di tengah malam karena merasa kedinginan. Sleep Mode hadir sebagai solusi. Saat diaktifkan, AC akan menaikkan suhu secara bertahap (biasanya 1°C setiap satu atau dua jam) hingga batas tertentu.
 
Fungsi dari mode ini adalah menyesuaikan dengan metabolisme tubuh manusia yang menurun suhunya saat tidur, sehingga kamu tidak menggigil di pagi hari dan pemakaian listrik lebih irit. 
 
Baca juga: Kapan Waktu Ideal Bersihkan AC? Ini Panduannya

6. Eco Mode (Mode Hemat Energi)

Eco Mode bekerja dengan cara membatasi konsumsi energi atau kinerja kompresor agar tidak melebihi kapasitas tertentu (misalnya hanya menggunakan 70% daya). Walaupun pendinginan memakan waktu sedikit lebih lama, mode ini adalah yang paling bersahabat bagi dompet kamu nantinya jika membayar tagihan listrik.

7. Mode Turbo (Powerful / Jet Cool)

Mode Turbo dirancang untuk kamu yang tidak sabar menunggu ruangan menjadi dingin. Saat tombol ini ditekan, kompresor dan kipas indoor akan langsung bekerja pada frekuensi maksimal secara instan. 
 
Fungsi dari mode ini adalah menurunkan suhu ruangan secara ekstrem dalam waktu singkat (biasanya 5–15 menit). Namun, hindari menggunakan mode ini terlalu lama karena beban listrik akan melonjak tinggi dan mesin bekerja sangat berat. Setelah ruangan cukup dingin, segera kembalikan ke mode normal atau Auto.

8. Mode Heat (Simbol Matahari)

Mungkin fitur ini jarang digunakan di daerah perkotaan yang panas, namun sangat krusial jika kamu tinggal di daerah pegunungan atau saat cuaca ekstrem. Mode ini membalikkan siklus pendinginan sehingga AC mengeluarkan udara hangat.
 
Fungsi dari mode ini adalah mengubah fungsi AC menjadi pemanas ruangan (heater). Perlu diketahui juga bahwa fitur ini biasanya hanya tersedia pada unit AC tipe Heat Pump atau AC yang mendukung fungsi Dual Mode (Dingin/Panas).

9. Mode Senyap (Quiet Mode)

Bagi kamu yang sensitif terhadap suara bising saat bekerja atau beristirahat, Mode Quiet adalah fitur yang wajib diaktifkan. Saat mode ini aktif, kecepatan kipas akan diturunkan ke level paling rendah dan putaran motor akan dihaluskan.
Adapun fungsi dari fitur ini adalah meminimalkan kebisingan dari unit indoor agar suasana ruangan tetap tenang dan sunyi. Karena putaran kipas melambat, distribusi udara dingin mungkin tidak secepat dalam mode normal, namun sangat efektif untuk menjaga konsentrasi atau ketenangan bayi saat tidur.

10. Self-Cleaning (X-Fan / Auto Clean)

Salah satu penyebab AC berbau tidak sedap dan cepat rusak adalah adanya sisa embun di dalam evaporator yang memicu tumbuhnya jamur. Fitur Self-Cleaning akan membiarkan kipas tetap menyala selama beberapa menit setelah AC dimatikan untuk mengeringkan bagian dalam mesin.
 
Mengenal mode AC bukan sekadar hobi teknis, berikut adalah alasan kuat mengapa kamu harus mulai memperhatikan tombol-tombol di remote AC untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing. Untuk efisiensi listrik, kamu dapat menggunakan Dry Mode saat cuaca mendung atau Eco Mode di malam hari dapat memangkas tagihan listrik hingga 20-30%.
 
Selain itu, terlalu lama di bawah Cool Mode dengan suhu rendah dapat membuat kulit kering dan bersisik. Mengkombinasikannya dengan Auto atau Dry Mode membantu menjaga kelembapan alami kulit. Fitur seperti Air Purifying atau Ionizer yang ada pada beberapa mode AC modern sangat efektif menyaring debu halus dan bakteri, sangat cocok bagi penderita alergi atau asma.
 
Saat kamu ingin meninggalkan ruangan sebentar, kamu dapat menggunakan Fan Mode atau menaikkan suhu ke 27°C. Mematikan dan menyalakan AC kembali dalam waktu singkat justru memakan daya start-up listrik yang sangat besar.
 
Memahami berbagai mode pada AC bukan sekadar perkara teknis, melainkan langkah cerdas untuk menciptakan harmoni antara kenyamanan, kesehatan, dan efisiensi finansial. Dengan memaksimalkan penggunaan fitur seperti Mode Eco untuk penghematan, Mode Sleep untuk kualitas tidur, hingga Mode Quiet untuk ketenangan, kamu tidak lagi sekadar menggunakan alat pendingin, tetapi mengelola lingkungan hidup yang lebih berkualitas. 
 
(Fany Wirda Putri)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan