- Tikus dapat masuk melalui celah dinding, pintu, area pipa, atap, dan ruang penyimpanan.
- Sisa makanan, genangan air, serta tumpukan barang dapat menarik tikus untuk bersarang.
- Menutup celah, memperbaiki ventilasi, dan menjaga kebersihan membantu mencegah tikus masuk kembali.
Jakarta: Tikus yang masuk ke rumah bisa mengganggu kenyamanan dan merusak perabot, kabel listrik, hingga persediaan makanan. Hewan pengerat ini dapat menyelinap melalui celah kecil yang kerap luput dari perhatian penghuni rumah.
Selain mencari makanan dan air, tikus juga membutuhkan tempat berlindung untuk bersarang. Karena itu, menjaga kebersihan saja belum cukup. Penghuni rumah perlu memeriksa jalur masuk yang berpotensi dimanfaatkan tikus.
Mengutip The Spruce, keberadaan makanan, air, dan tempat berlindung dapat menarik tikus masuk ke lingkungan rumah. Berikut lima jalur yang perlu diperiksa untuk mencegah tikus masuk dan bersarang.
Tikus juga dapat menggerogoti sejumlah material untuk memperbesar akses masuk, terutama bahan yang relatif lunak. Periksa bagian sudut ruangan, sambungan dinding, dan area tempat pipa atau kabel menembus dinding.
Tutup celah menggunakan bahan yang sesuai dan sulit digerogoti, seperti kombinasi kawat logam dan bahan penambal yang tepat. Periksa kembali secara berkala untuk memastikan tidak ada lubang baru.
Tikus juga mampu memanjat permukaan tertentu, seperti dinding bertekstur, teralis, dan batang pohon. Karena itu, celah di dekat jendela lantai atas pun sebaiknya tidak diabaikan.
Pasang penyekat pada bagian bawah pintu dan perbaiki kasa jendela yang rusak. Pastikan pintu hewan peliharaan juga tidak memberikan akses bagi tikus.
Meski demikian, kemampuan masuk melalui pipa pembuangan bergantung pada jenis tikus dan kondisi salurannya. Jangan langsung menganggap semua tikus dapat masuk melalui lubang wastafel atau kloset.
Pastikan saluran air berfungsi baik, tutup akses yang tidak diperlukan, dan perbaiki celah di sekitar pipa. Gunakan penutup saluran yang sesuai agar tidak menghambat aliran air.
Loteng menjadi salah satu tempat yang perlu diperiksa karena relatif jarang dijangkau penghuni. Tikus yang bersarang di area ini dapat merusak bahan isolasi, mengotori plafon, dan menggerogoti kabel.
Periksa kondisi genteng, sambungan atap, dan ventilasi secara berkala. Pasang jaring logam yang kuat pada bukaan ventilasi tanpa menghambat sirkulasi udara.
Kotak kardus, tumpukan kain, dan perabot yang lama tidak digunakan dapat menjadi tempat berlindung. Jika barang-barang tersebut jarang diperiksa, keberadaan tikus dan tanda-tanda sarangnya bisa terlambat diketahui.
Rapikan ruang penyimpanan dan hindari menumpuk barang langsung di lantai. Gunakan wadah penyimpanan yang kokoh dan mudah diperiksa. Perhatikan pula tanda-tanda seperti kotoran tikus, bekas gigitan, atau bahan yang tercabik untuk dijadikan sarang.
Selain mengetahui jalur masuknya, penghuni rumah perlu menghilangkan hal-hal yang menarik tikus. Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
Simpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat dan segera bersihkan sisa makanan setelah digunakan. Jangan lupa memeriksa tempat sampah serta area dapur yang sulit dijangkau.
Jaga agar barang tidak menumpuk dan tutup akses menuju rongga bangunan yang tidak diperlukan. Periksa pula area di sekitar kulkas, mesin cuci, dan peralatan rumah tangga lainnya.
Perbaiki keran yang bocor, keringkan genangan, dan pastikan area dapur serta kamar mandi tidak menyisakan air berlebihan. Langkah ini membantu mengurangi sumber air yang dapat menarik tikus.
Petik buah yang sudah matang, bersihkan sisa tanaman, dan hindari menumpuk sampah kebun di dekat dinding rumah. Pangkas dahan yang bersentuhan dengan atap serta simpan pakan hewan dalam wadah tertutup.
Jika tikus masih sering ditemukan, periksa kembali jalur masuk dan sumber makanan di sekitar rumah. Penutupan celah, pengelolaan sampah, serta penyimpanan makanan yang benar dapat membantu mencegah tikus kembali masuk. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)
Selain mencari makanan dan air, tikus juga membutuhkan tempat berlindung untuk bersarang. Karena itu, menjaga kebersihan saja belum cukup. Penghuni rumah perlu memeriksa jalur masuk yang berpotensi dimanfaatkan tikus.
Mengutip The Spruce, keberadaan makanan, air, dan tempat berlindung dapat menarik tikus masuk ke lingkungan rumah. Berikut lima jalur yang perlu diperiksa untuk mencegah tikus masuk dan bersarang.
Jalan Tikus Masuk Rumah
Celah Rumah yang Bisa Jadi Jalan Masuk Tikus. Foto: AI
1. Celah dan Lubang pada Dinding
Celah di dinding, lantai, fondasi, atau sekitar pipa dapat menjadi jalan masuk tikus. Ukuran tubuhnya yang kecil memungkinkan tikus menyelinap melalui lubang yang sempit.Tikus juga dapat menggerogoti sejumlah material untuk memperbesar akses masuk, terutama bahan yang relatif lunak. Periksa bagian sudut ruangan, sambungan dinding, dan area tempat pipa atau kabel menembus dinding.
Tutup celah menggunakan bahan yang sesuai dan sulit digerogoti, seperti kombinasi kawat logam dan bahan penambal yang tepat. Periksa kembali secara berkala untuk memastikan tidak ada lubang baru.
2. Pintu dan Jendela
Pintu dan jendela dapat menjadi jalur masuk tikus jika tidak tertutup rapat. Celah di bawah pintu, karet penyekat yang rusak, serta kasa jendela yang berlubang perlu diperhatikan.Tikus juga mampu memanjat permukaan tertentu, seperti dinding bertekstur, teralis, dan batang pohon. Karena itu, celah di dekat jendela lantai atas pun sebaiknya tidak diabaikan.
Pasang penyekat pada bagian bawah pintu dan perbaiki kasa jendela yang rusak. Pastikan pintu hewan peliharaan juga tidak memberikan akses bagi tikus.
3. Saluran Pembuangan dan Sekitar Pipa
Area saluran air dan pipa perlu diperiksa, terutama jika terdapat celah di sekitar instalasi yang terhubung dengan bagian luar rumah. Beberapa jenis tikus dapat berenang dan memanjat dengan baik sehingga mampu memanfaatkan jalur tertentu di sekitar saluran air.Meski demikian, kemampuan masuk melalui pipa pembuangan bergantung pada jenis tikus dan kondisi salurannya. Jangan langsung menganggap semua tikus dapat masuk melalui lubang wastafel atau kloset.
Pastikan saluran air berfungsi baik, tutup akses yang tidak diperlukan, dan perbaiki celah di sekitar pipa. Gunakan penutup saluran yang sesuai agar tidak menghambat aliran air.
4. Atap dan Ventilasi
Tikus dapat mencapai bagian atas rumah dengan memanjat talang air, kabel, atau dahan pohon yang menjulur ke bangunan. Setelah itu, hewan ini berpotensi masuk melalui celah atap, ventilasi loteng, atau bagian bangunan yang rusak.Loteng menjadi salah satu tempat yang perlu diperiksa karena relatif jarang dijangkau penghuni. Tikus yang bersarang di area ini dapat merusak bahan isolasi, mengotori plafon, dan menggerogoti kabel.
Periksa kondisi genteng, sambungan atap, dan ventilasi secara berkala. Pasang jaring logam yang kuat pada bukaan ventilasi tanpa menghambat sirkulasi udara.
5. Kotak Penyimpanan dan Perabot Tak Terpakai
Tikus tidak selalu masuk melalui celah bangunan. Hewan ini juga dapat bersembunyi di antara barang yang disimpan di gudang, garasi, atau ruang penyimpanan.Kotak kardus, tumpukan kain, dan perabot yang lama tidak digunakan dapat menjadi tempat berlindung. Jika barang-barang tersebut jarang diperiksa, keberadaan tikus dan tanda-tanda sarangnya bisa terlambat diketahui.
Rapikan ruang penyimpanan dan hindari menumpuk barang langsung di lantai. Gunakan wadah penyimpanan yang kokoh dan mudah diperiksa. Perhatikan pula tanda-tanda seperti kotoran tikus, bekas gigitan, atau bahan yang tercabik untuk dijadikan sarang.
Apa yang Menarik Tikus Masuk Rumah?
Celah Rumah yang Bisa Jadi Jalan Masuk Tikus. Foto: Freepik
Selain mengetahui jalur masuknya, penghuni rumah perlu menghilangkan hal-hal yang menarik tikus. Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
1. Makanan yang Mudah Dijangkau
Makanan menjadi salah satu alasan tikus mendatangi rumah. Sisa makanan, remah camilan, biji-bijian, dan pakan hewan yang dibiarkan terbuka dapat menarik perhatian hewan pengerat ini.Simpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat dan segera bersihkan sisa makanan setelah digunakan. Jangan lupa memeriksa tempat sampah serta area dapur yang sulit dijangkau.
2. Tempat Hangat dan Terlindung
Tikus mencari tempat yang aman untuk bersembunyi dan berkembang biak. Area di balik lemari, ruang penyimpanan, bagian bawah perabot, serta celah di sekitar instalasi bangunan dapat menjadi tempat persembunyian.Jaga agar barang tidak menumpuk dan tutup akses menuju rongga bangunan yang tidak diperlukan. Periksa pula area di sekitar kulkas, mesin cuci, dan peralatan rumah tangga lainnya.
3. Sumber Air
Tetesan keran, genangan air, wadah minum hewan peliharaan, dan air yang tertampung di pot tanaman dapat menyediakan sumber air bagi tikus.Perbaiki keran yang bocor, keringkan genangan, dan pastikan area dapur serta kamar mandi tidak menyisakan air berlebihan. Langkah ini membantu mengurangi sumber air yang dapat menarik tikus.
4. Kebun yang Tidak Terawat
Kebun dengan buah matang, sayuran, biji-bijian, dan tumpukan material dapat menyediakan makanan sekaligus tempat berlindung bagi tikus.Petik buah yang sudah matang, bersihkan sisa tanaman, dan hindari menumpuk sampah kebun di dekat dinding rumah. Pangkas dahan yang bersentuhan dengan atap serta simpan pakan hewan dalam wadah tertutup.
Jika tikus masih sering ditemukan, periksa kembali jalur masuk dan sumber makanan di sekitar rumah. Penutupan celah, pengelolaan sampah, serta penyimpanan makanan yang benar dapat membantu mencegah tikus kembali masuk. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)