TIPS
Jangan Sepelekan, Kebiasaan Ini Bisa Membuat Tagihan Listrik Membengkak
Rizkie Fauzian
Kamis 23 Juli 2026 / 20:19
- Mengetahui konsumsi daya setiap peralatan elektronik dapat membantu mengontrol penggunaan listrik.
- AC, water heater, kulkas, mesin cuci, oven listrik, rice cooker, dan dispenser termasuk peralatan yang menyumbang konsumsi listrik terbesar.
- Saat membeli perangkat elektronik, perhatikan label efisiensi energi, kapasitas, dan daya listrik.
Jakarta: Tagihan listrik yang tiba-tiba meningkat sering kali membuat pemilik rumah terkejut. Padahal, kenaikan biaya listrik tidak selalu disebabkan oleh penggunaan pendingin ruangan (AC) atau bertambahnya peralatan elektronik baru.
Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele justru dapat membuat konsumsi listrik terus meningkat tanpa disadari. Jika dilakukan dalam waktu lama, kebiasaan tersebut berpotensi membuat tagihan listrik membengkak setiap bulan.
Mencabut steker setelah digunakan dapat membantu mengurangi konsumsi listrik yang tidak diperlukan.
Membersihkan filter secara berkala dan melakukan servis rutin dapat membantu menjaga efisiensi penggunaan listrik.
Pastikan pintu kulkas tertutup rapat dan hindari memasukkan makanan yang masih panas agar konsumsi listrik tetap efisien.
Mengatur jadwal penggunaan peralatan elektronik secara bergantian dapat membantu penggunaan energi menjadi lebih efisien.
Jika instalasi sudah berusia puluhan tahun atau sering mengalami gangguan, sebaiknya lakukan pemeriksaan oleh teknisi yang kompeten.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele justru dapat membuat konsumsi listrik terus meningkat tanpa disadari. Jika dilakukan dalam waktu lama, kebiasaan tersebut berpotensi membuat tagihan listrik membengkak setiap bulan.
Penyebab tagihan listrik membengkak
1. Membiarkan alat elektronik tetap menyala
Televisi, komputer, kipas angin, hingga lampu yang tetap menyala meski tidak digunakan akan terus mengonsumsi listrik. Membiasakan mematikan perangkat saat meninggalkan ruangan dapat membantu mengurangi pemakaian energi.2. Peralatan tetap terhubung ke stop kontak
Banyak perangkat elektronik masih menggunakan daya meski dalam kondisi mati karena berada pada mode siaga (standby). Misalnya televisi, dispenser, microwave, charger ponsel, hingga set top box.Mencabut steker setelah digunakan dapat membantu mengurangi konsumsi listrik yang tidak diperlukan.
3. AC jarang dibersihkan
Filter AC yang kotor membuat kinerja pendingin menjadi lebih berat sehingga membutuhkan daya listrik lebih besar untuk mencapai suhu yang diinginkan.Membersihkan filter secara berkala dan melakukan servis rutin dapat membantu menjaga efisiensi penggunaan listrik.
4. Kulkas terlalu sering dibuka
Membuka pintu kulkas terlalu lama atau terlalu sering membuat udara dingin keluar sehingga kompresor bekerja lebih keras untuk menurunkan suhu kembali.Pastikan pintu kulkas tertutup rapat dan hindari memasukkan makanan yang masih panas agar konsumsi listrik tetap efisien.
5. Menggunakan banyak peralatan listrik bersamaan
Mengoperasikan mesin cuci, setrika, oven listrik, dispenser, rice cooker, dan AC secara bersamaan dapat meningkatkan konsumsi listrik dalam waktu singkat.Mengatur jadwal penggunaan peralatan elektronik secara bergantian dapat membantu penggunaan energi menjadi lebih efisien.
6. Lampu masih menggunakan teknologi lama
Lampu pijar atau halogen membutuhkan daya lebih besar dibandingkan lampu LED. Mengganti lampu lama dengan LED dapat mengurangi konsumsi listrik sekaligus memiliki usia pakai yang lebih panjang.7. Instalasi listrik atau peralatan sudah tua
Peralatan elektronik yang sudah berusia lama umumnya memiliki efisiensi energi yang lebih rendah dibandingkan produk terbaru. Selain itu, instalasi listrik yang bermasalah juga dapat menyebabkan pemborosan energi dan menimbulkan risiko keselamatan.Jika instalasi sudah berusia puluhan tahun atau sering mengalami gangguan, sebaiknya lakukan pemeriksaan oleh teknisi yang kompeten.
Tips menghemat tagihan listrik
Selain menghindari kebiasaan di atas, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi konsumsi listrik di rumah:- Gunakan peralatan elektronik berlabel hemat energi.
- Atur suhu AC di kisaran 24–26 derajat Celsius.
- Manfaatkan pencahayaan alami pada siang hari.
- Matikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan.
- Lakukan perawatan rutin pada AC, kulkas, dan peralatan listrik lainnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)