Limbah Perahu Pendulang USD dan Euro

Rizkie Fauzian 22 Maret 2018 09:00 WIB
desain interior
Limbah Perahu Pendulang USD dan Euro
Warna warni cerah yang saling tabrak itu malah membuat rak televisi, lemari buku dan meja bergaya vintage ini jadi lebih menarik. medcom.di/rizkie
Jakarta:Apa yang terpikir saat mendengar bangkai perahu nelayan? Onggokan kayu tua yang harus dibuang ke tempat sambah. Namun di tangan pengrajin yang kreatif, onggokan limbah itu menjadi perabot unik yang bisa mengalirkan dolar ke rekening bank.

Seorang pengusaha di Bali telah melakukannya, Krisna Pratama Astawa. Ide awal pembuatan dari seorang pelanggan yang minta dibuatkan furniture kayu berwarna-warni bergaya vintage.


"Sempat mencari beberapa kayu tapi kualitasnya kurang bagus, banyak cat luntur. Akhirnya pakai kayu perahu nelayan, cat kan warna-warni," jelasnya kepada Medcom.id.

Kayu-kayu bekas kapal ikan ini, menurut Krisna memiliki ketebalan yang baik, sehingga jika dibuat furniture hasilnya juga bagus. Tapi untuk mendapatkannya dia harus berburu hingga ke seluruh pesisir Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan tentunya Bali.



"Biasanya satu perahu ikan bisa dibuat sampai enam meja," jelasnya.

Meski bahan pembuatan furniturenya dari bangkai perahu, namun pasarnya sudah menembus internasional. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, dari yang paling murah Rp 30 ribu hingga Rp 4 Jutaan.

"Mayoritas kita buat ekspor, 95 persen lah. Kebanyakan ke Eropa, Jerman, Belgia, Australia, Amerika dan Taiwan. Pasar lokal tidak telalu besar, hanya lima persen," ungkap Krisna.

 



(LHE)