Peran ibu sangat kuat dalam proses pencarian hunian keluarga. Foto: Freepik
Peran ibu sangat kuat dalam proses pencarian hunian keluarga. Foto: Freepik

Mengapa Pilihan Rumah Keluarga Sering Ditentukan oleh Ibu?

Rizkie Fauzian • 07 Januari 2026 18:14
Jakarta: Keputusan membeli atau menyewa rumah kerap dipandang sebagai hasil diskusi bersama dalam keluarga. Namun di balik proses tersebut, terdapat satu perspektif yang konsisten menjaga kebutuhan jangka panjang keluarga, yakni perspektif keibuan.
 
Data Rumah123 menunjukkan bahwa peran ibu sangat kuat dalam proses pencarian hunian keluarga. Bukan sebagai satu-satunya pengambil keputusan, melainkan sebagai pihak yang aktif menyaring, menilai, dan memvalidasi apakah sebuah hunian benar-benar layak ditinggali dalam jangka panjang.

Rumah dipilih berdasarkan kualitas hidup, bukan sekadar harga

Mengapa Pilihan Rumah Keluarga Sering Ditentukan oleh Ibu?
Peran ibu sangat kuat dalam proses pencarian hunian keluarga. Foto: Freepik
 
Bagi banyak keluarga Indonesia, rumah bukan hanya soal harga, luas bangunan, atau potensi investasi. Rumah dipandang sebagai ruang hidup tempat anak tumbuh, keluarga beristirahat, dan aktivitas sehari-hari berlangsung dalam jangka panjang.

Cara pandang tersebut tercermin dari pola pencarian properti sepanjang 2025. Data Rumah123 mencatat, kata kunci terkait “keamanan lingkungan” dicari lebih dari 360 ribu kali sepanjang tahun. Sementara pencarian dengan kata kunci “dekat sekolah” tumbuh 34,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).
 
Selain itu, pencarian terkait fasilitas kesehatan dan kenyamanan lingkungan juga mencatatkan lebih dari 58 ribu pencarian sepanjang 2025. Pola ini menunjukkan bahwa keluarga semakin memprioritaskan aspek non-finansial dalam memilih hunian.

Keterlibatan perempuan menguat dalam pencarian properti

Seiring meningkatnya digitalisasi pencarian properti, perilaku pengguna pun menunjukkan perubahan signifikan. Sepanjang 2025, 52,4 persen pencarian properti di Rumah123 dilakukan oleh perempuan, sementara laki-laki tercatat sebesar 47,6 persen.
 
 
Baca juga: Anak Muda Usia 20-an Dominasi Pencarian Rumah
Angka ini mencerminkan tingginya keterlibatan perempuan, khususnya ibu, dalam proses pencarian hunian keluarga. Dalam konteks rumah tangga, peran ini kerap berkaitan dengan penilaian terhadap detail krusial seperti lingkungan sekitar, akses fasilitas publik, hingga kenyamanan rumah untuk aktivitas sehari-hari.

Preferensi hunian yang membentuk keputusan keluarga

Ketika ibu terlibat aktif dalam proses pencarian, fokus keputusan hunian pun cenderung bergeser. Harga dan lokasi tetap menjadi faktor penting, namun bukan satu-satunya pertimbangan.
 
Aspek seperti tata ruang yang fungsional, pencahayaan alami, keamanan lingkungan, serta kemudahan mobilitas harian menjadi faktor penentu. Sepanjang 2025, dari sisi tipe properti, rumah tapak masih menjadi pilihan utama dengan porsi 60,3 persen dari total pencarian.
 
Sementara itu, dari sisi status hunian, permintaan terhadap rumah dijual dan rumah sewa relatif seimbang. Sepanjang Januari–November 2025, rumah dijual mencatatkan porsi 50,1 persen, sedangkan rumah sewa sebesar 49,9 persen. Preferensi ini mencerminkan fleksibilitas keluarga dalam menentukan bentuk hunian sesuai kebutuhan hidup jangka pendek maupun panjang.

Perspektif Ibu jadi penentu akhir

Menurut Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, pergeseran ini menandai perubahan mendasar dalam cara keluarga Indonesia mengambil keputusan hunian.
 
“Ibu biasanya melihat rumah bukan sebagai aset semata, tetapi sebagai ruang hidup jangka panjang. Dari keamanan lingkungan, akses sekolah, sampai kenyamanan ruang untuk aktivitas sehari-hari, semua itu menjadi pertimbangan utama,” ujar Marisa dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari 2026.
 
Ia menambahkan, dalam banyak keluarga, keputusan hunian baru benar-benar diambil setelah perspektif ibu dipertimbangkan secara menyeluruh.
 
“Ibu cenderung memahami kebutuhan seluruh anggota keluarga. Karena itu, preferensi ibu sering kali menjadi penentu akhir dalam memilih rumah,” tambahnya.

Ibu sebagai “Chief Housing Officer” keluarga

Peran ibu dalam keputusan hunian kini semakin menyerupai Chief Housing Officer sosok yang aktif menyaring informasi, membandingkan berbagai opsi, dan memastikan rumah yang dipilih mampu mendukung kualitas hidup keluarga dalam jangka panjang.
 
Di momen Hari Ibu, temuan ini menegaskan bahwa pasar properti Indonesia tidak hanya digerakkan oleh transaksi dan angka penjualan, tetapi juga oleh nilai, kenyamanan, dan keberlanjutan hidup. Perspektif keibuan menjadi salah satu faktor penting yang membentuk arah keputusan hunian keluarga Indonesia saat ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan