NEWS

Bedah Rumah Naik Jadi 400 Ribu Unit, Pemerintah Libatkan UMKM Bahan Lokal

Annisa ayu artanti
Rabu 28 Oktober 2026 / 18:15
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah menargetkan perbaikan 400 ribu rumah melalui program bedah rumah pada 2026, meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan 2025.
  • Program bedah rumah berfokus pada perbaikan hunian yang sudah ditempati, sementara FLPP mendukung pembelian rumah melalui pembiayaan subsidi.
  • Pemerintah melibatkan 34 UMKM di Majalengka untuk menyiapkan 2,4 juta genteng tanah liat, disertai pendampingan mutu dan pemenuhan standar produk.
Jakarta: Pemerintah menargetkan perbaikan 400 ribu rumah pada program bedah rumah 2026, meningkat dari realisasi 45 ribu rumah pada tahun sebelumnya. Program ini berjalan bersama rumah subsidi dan peningkatan UMKM lokal dalam penyediaan bahan bangunan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan perkembangan tersebut setelah diterima Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026. Ia menjelaskan, peningkatan target bedah rumah menjadi langkah pemerintah untuk memperluas perbaikan hunian masyarakat.

“Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah,” kata Maruarar, dikutip laman resmi Presiden RI. 

Selain memperbaiki rumah yang sudah dihuni, pemerintah melanjutkan dukungan kepemilikan rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program rumah subsidi ini ditujukan untuk membantu masyarakat membeli hunian melalui pembiayaan yang lebih terjangkau.

Kedua program tersebut menyasar kebutuhan yang berbeda. Bedah rumah berfokus pada perbaikan kondisi bangunan, sedangkan FLPP mendukung masyarakat yang ingin memiliki rumah melalui skema pembiayaan subsidi.

UMKM Genteng Siapkan 2,4 Juta Produk

Di luar program perbaikan dan kepemilikan rumah, pemerintah mendorong penggunaan bahan bangunan yang diproduksi pelaku usaha lokal. Salah satunya melalui pengembangan industri genteng tanah liat UMKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Menurut Maruarar, sebanyak 34 UMKM telah memenuhi kriteria kelayakan produk dan menyiapkan 2,4 juta genteng tanah liat. Pengembangan usaha tersebut juga disertai pendampingan kualitas produk, termasuk sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Penggunaan bahan bangunan lokal ini disesuaikan dengan potensi produksi di setiap daerah. Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan bahan bangunan untuk program perumahan diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha di wilayah yang sama. “Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah genteng kita juga akan ke tempat yang lain,” ungkap Maruarar.

Program ASRI Turut Disiapkan

Kementerian PKP juga menyiapkan pengembangan program ASRI yang diarahkan untuk mendukung lingkungan yang nyaman, indah, dan sehat sekaligus mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal.

Maruarar mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap persiapan program tersebut. Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

“Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI, Bapak Presiden itu sangat sekali ingin Indonesia itu nyaman, indah, memperdayakan UMKM, sehat,” tutup Maruarar.

Rangkaian program tersebut mencakup perbaikan rumah yang sudah dihuni, dukungan pembiayaan bagi calon pemilik rumah, hingga pemanfaatan produk bahan bangunan dari UMKM. 

Program ASRI juga disiapkan sebagai bentuk keberlanjutan peningkatan kualitas lingkungan permukiman yang lebih baik. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)

MOST SEARCH