SMF akan menjalankan beberapa strategi bisnis tahun ini. Foto: Kementerian PUPR
SMF akan menjalankan beberapa strategi bisnis tahun ini. Foto: Kementerian PUPR

SMF Siapkan Strategi Dorong Pembiayaan Perumahan

Rizkie Fauzian • 23 Maret 2022 20:28
Jakarta: PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus mendorong perkembangan ekosistem pembiayaan perumahan nasional. Untuk itu, SMF akan menjalankan beberapa strategi bisnis tahun ini.
 
"Tahun ini SMF akan menjalankan beberapa strategi bisnis yang terdiri sustainability, perluasan usaha, digitalisasi, reliabilitas serta sinergi," kata Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Ananta memaparkan bahwa melalui strategi sustainability, Perseroan akan terus berupaya untuk menjaga kinerja bisnis Perseroan sebagai perusahaan pembiayaan sekunder dengan tetap sustain di tengah sektor pembiayaan perumahan pada masa pandemi yang penuh tantangan saat ini. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut terkait peluasan usaha Ananta juga mengungkapkan bahwa Perseroan akan mengimplementasikan perluasan mandat Perseroan untuk mendorong sektor pembiayaan perumahan. 
 
"Selain itu terkait digitalisasi Perseroan juga tengah mempersiapkan change technology model dengan mengintegrasikan sistem pembiayaan perumahan," jelasnya.
 
Hal tersebut menurutnya akan diperkuat dengan strategi reliabilitas melalui penguatan SDM yang berkualitas, serta peningkatan sinergi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan inovasi untuk mendukung program Pemerintah.
 
Hingga saat ini, SMF telah membiayai kurang lebih 1,254 juta debitur KPR termasuk KPR Program FLPP yang terbagi atas 84,34 persen wilayah barat, 14,96 persen wilayah tengah dan sisanya sebesar 0,70 persen wilayah timur. 
 
Adapun penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp24,19 triliun untuk 178.828 unit rumah hingga akhir 2021. Porsi PPDPP 75 persen sebesar Rp19,58 triliun dan porsi SMF 25 persen sebesar Rp4,62 triliun.
 
"Dukungan dan kolaborasi SMF pada Program KPR FLPP merupakan wujud peran Perseroan sebagai fiscal tools Kementerian Keuangan dalam meringankan beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen,” kata Ananta. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif