Hunian tetap yang dibangun Kementerian PUPR untuk korban bencana. Foto: Kementerian PUPR
Hunian tetap yang dibangun Kementerian PUPR untuk korban bencana. Foto: Kementerian PUPR

Hunian Korban Bencana Palu Bakal Dilengkapi Fasilitas Pendukung

Properti Permukiman Perumahan Ruang Terbuka Hijau Kementerian PUPR Hunian Tetap (Huntap)
Antara • 14 Januari 2022 14:51
Palu: Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mendukung langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun fasilitas pendukung di kawasan hunian tetap (huntap) korban bencana.
 
"Kami telah duduk bersama sekaligus melakukan peninjauan lokasi dengan PUPR melalui Balai Penyedia Perumahan Sulawesi II dan Balai Prasarana Permukiman Sulawesi di huntap 1 Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palu Zulkifli di Palu, Jumat, 14 Januari 2021.
 
Dalam perencanaannya, antara lain pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan sepanjang 1.547 meter, peningkatan drainase 711,6 meter, pembangunan tempat pengelolaan sampah reduce, reduce dan recycle (TPS3R) di atas lahan seluas 1.337,4 meter per segi.
 
Selanjutnya, pemasangan penerangan jalan umum (PJU) sebanyak 15 buah di jalan utama, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) seluas 5.703 meter persegi, dinding penahan tanah sepanjang 451,6 meter, pekerjaan Bugis beton 400 meter, pemasangan biopori 16 buah serta pemasangan penerangan RTH 10 buah menggunakan panel tenaga Surya.
 
Ia mengemukakan, saat ini pembangunan infrastruktur penunjang masih difokuskan di lokasi huntap 1 Tondo, yang mana dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Pemkot Palu mendukung sepenuhnya penyediaan sarana dan prasarana hunian bagi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di ibu kota Sulteng.
 
"Mengingat huntap menjadi kawasan permukiman baru, maka dalam pengembangannya oleh warga setempat perlu memperhatikan serta mengedepankan nilai estetika sebuah bangunan. Karena kawasan-kawasan baru seperti ini sangat berpotensi menimbulkan kekumuhan jika tidak diatur pengembangannya," katanya.
 
Ia menambahkan, kawasan huntap di Palu masih memiliki sejumlah persoalan dikeluhkan warga, salah satunya ketersediaan air bersih yang belum maksimal.
 
Karena itu, Pemkot Palu dan PUPR sedang mengupayakan sambungan air bersih yang berasal dari sumber air baku regional Palu,Sigi, dan Donggala (Pasigala) yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
 
"Kami berharap dengan kehadiran sistem penyediaan air minum (SPAM) Pasigala nanti kebutuhan air bersih di huntap bisa terpenuhi," ujar Zulkifli.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif