Salah satu adegan dalam film KKN di Desa Penari (Twitter/ManojPunjabi.com)
Salah satu adegan dalam film KKN di Desa Penari (Twitter/ManojPunjabi.com)

Pemilik Meninggal Usai Syuting, Rumah Film KKN Desa Penari Dijual, Minat?

Rendy Renuki H • 18 Mei 2022 16:25
Jakarta: Rumah di film KKN di Desa Penari dijual. Rumah yang jadi lokasi syuting tersebut dijual dengan alasan yang bikin merinding.
 
Rumah yang berukuran 8x12 meter persegi tersebut dijual dengan harga Rp60 juta. Harga yang terbilang murah untuk rumah tradisional Jawa (limasan) yang memiliki gaya arsitektur ikonik.
 
Pengakuan dijualnya rumah itu disampaikan Subardo, 51, seorang petugas keamanan di lingkungan rumah yang berlokasi di Dusun Ngluweng, Kaluharan Ngleri, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini kalau ada yang mau beli. Dua rumah limasan ukuran 8x12 dijual Rp60 juta. Rumah bekas syuting film KKN di Desa Penari," ujar Subardo, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Menurutnya, Ngadiyo sang pemilik rumah enggan menempati rumah tersebut usai syuting KKN di Desa Penari. Keluarga Ngadiyo enggan menempati rumahnya lantaran merasa ketakutan.
 
Suasana di rumah tersebut menurut pengakuan keluarga semakin seram. Terlebih lokasi rumah tersebut cukup terpencil dikelilingi pepohonan bambu. 
 
Warga setempat juga mengamini jika rumah tersebut angker dan memiliki aura mistis tingggi. 
 
"Di dalam itu ruangan-ruangan diubah semua. Di cat dengan warna hitam, pokoknya seram," tutur Subardo.
 
Pemilik Meninggal Usai Syuting, Rumah Film KKN Desa Penari Dijual, Minat?
Salah satu sudut rumah limasan yang menjadi tempat syuting KKN di Desa Penari (SS YouTube MD Pictures)
 
Dia juga mengatakan jika Ngadiyo meninggal dunia usai KKN di Desa Penari rampung melakukan syuting. Subardo mengatakan istri Ngadiyo kini memilih tinggal bersama anaknya.
 
Seluruh keluarga Ngadiyo mengaku takut untuk menempati rumah tersebut. Alhasil, rumah tersebut kini dibiarkan kosong.
 
"Mbah Ngadiyo itu juga meninggal usai syuting film tersebut. Tetapi bukan karena syuting, beliau sudah sakit cukup lama," ungkap Subardo.
 
Cerita horor di rumah tersebut juga sempat dialami Dukuh (kepala dusun) Ngluweng, Istri Rahayu. Dia menceritakan sempat mengalami kejadian janggal saat datang ke rumah tersebut.
 
Istri Rahayu awalnya hendak mengantarkan zakat mal untuk keluarga Ngadiyo. Dia pun datang dan mengucapkan salam yang langsung dibalas salam dari dalam rumah.
 
Namun ternyata rumah tersebut sedang dalam keadaan kosong. Hal itu diketahuinya setelah bertemu cucu dari Ngadiyo di dekat rumah tetangganya.
 
"Saya tanya, mbah Ngadiyo dan istrinya ke mana? Si cucunya tadi jawab baru terapi. Lha terus siapa yang jawab salam dari dalam rumah tadi, hii bikin merinding. Saya terus lari pulang," ungkapnya.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif