Perbaikan rumah untuk menyambut MotoGP. Foto: Kementerian PUPR
Perbaikan rumah untuk menyambut MotoGP. Foto: Kementerian PUPR

196 Hunian di Kawasan Sirkuit Mandalika Disulap Bergaya Rumah Adat Sasak

Rizkie Fauzian • 12 Januari 2022 21:59
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat penataan rumah-rumah di sekitar kawasan koridor Sirkuit MotoGP Mandalika. Penataan rumah dilakukan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan dilakukan dengan mengedepankan ciri khas rumah adat sasak agar lebih menarik para pengunjung ajang balap motor bertaraf internasional tersebut.
 
"Kami siap menata rumah-rumah di sekitar kawasan Sirkuit MotoGP Mandalika ini. Masyarakat juga dilibatkan dalam proses pembangunannya melalui Program BSPS," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Basuki, penataan rumah-rumah sangat diperlukan untuk memperindah kawasan di sekitar area sirkuit. Apalagi rumah-rumah tersebut berada di sekitar  depan pintu gerbang Sirkuit MotoGP Mandalika. 
 
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, Menteri PUPR tetap melaksanakan kunjungan lapangan meskipun hujan turun cukup deras. Dirinya sempat berbincang-bincang dengan beberapa penerima bantuan perumahan di warung-warung kecil yang ada.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto didampingi Kepala Balai P2P Nusa Tenggara I, Rini Dyah Mawarty mengungkapkan penataan rumah di kawasan koridor Sirkuit MotoGP Mandalika sudah mencapai sekitar 40 persen pada pekerjaan fisik tahap pertama di lapangan.
 
Berdasarkan data yang ada di Balai P2P Nusa Tenggara I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, jumlah rumah yang menerima bantuan peningkatan kualitas rumah sebanyak 196 unit yang tersebar dalam dua klaster besar di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
 
Setiap unit rumah penerima bantuan Program BSPS mendapatkan bantuan senilai Rp 20 juta berupa bahan material bangunan dan upah tenaga kerja.  Sejumlah rumah yang mendapatkan bantuan Program BSPS di rehab dengan mengedepankan desain rumah tradisional khas lombok yakni lumbung sasak.
 
Sejumlah pekerja juga tampak memplester dinding dan memasang atap dari jerami kering yang disusun rapat untuk saung atau berugak di bagian halaman depan serta menyusun rangka baja ringan untuk atap rumah.
 
"Kami harap seluruh pekerjaan bangunan rumah ini bisa segera selesai tepat waktu sebelum ajang MotoGP berlangsung. Kami juga menerjunkan tenaga ahli bidang perumahan untuk mendampingi masyarakat dalam proses pembangunan," jelasnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif