Tips mengatur keuangan agar milenial bisa membeli rumah. Foto: Shutterstock
Tips mengatur keuangan agar milenial bisa membeli rumah. Foto: Shutterstock

Milenial, Begini Rumus Bisa Membeli Rumah

Properti investasi properti generasi milenial Properti milenial
Rizkie Fauzian • 18 Oktober 2019 11:09
Jakarta: Perkembangan zaman, teknologi, dan gaya hidup ternyata mempengaruhi kemampuan generasi milenial untuk memiliki hunian. Banyak pakar memperkirakan bahwa milenial akan mengalami kesulitan dalam memiliki hunian.
 
CEO & Financial Planner ZAP Finance Prita Ghozie mengatakan selain harga tanah dan hunian yang semakin mahal, banyaknya pengeluaran tersier sebenarnya bisa diredam, seperti pembelian gadget terbaru, konsumsi kopi, hingga barang-barang branded.
 
"Memang gaya hidup milenial sudah berbeda trennya dengan generasi X dan baby boomers. Kebutuhan tersier sudah lebih banyak sehingga diperlukan budget untuk membeli gadget dalam menyokong kehidupan sehari-hari, tanpa memikirkan end-goal nya," kata Prita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Prita, generasi milenial saat ini tidak memiliki tujuan kehidupan yang jelas, banyak yang terjebak oleh hiburan atau kebutuhan semu. Padahal, end-goal dari berkarier adalah untuk dapat memiliki hunian atau tempat tinggal milik pribadi, dan berkeluarga.
 
"Tapi banyak generasi milenial yang belum paham akan manajemen keuangan dan gaji, sehingga diperlukan adanya skala prioritas dalam pengeluaran," tambahnya.
 
Prita pun memberi tips dan trik bagi generasi milenial. Mereka harus bisa memilah mana yang diperlukan dan tidak diperlukan, yakni dengan menggunakan financial planning jangka panjang, agar bisa memiliki hunian.
 
"Jika ingin memiliki hunian, adanya perhitungan dan perencanaan. Yang pertama, pilihlah aset investasi sesuai kemampuan, dan lakukan komitmen yang jelas. Bisa dimulai dari mengurangi jajan-jajan harian di kantor yang tidak penting, tapi sebenarnya menguras banyak simpanan," jelasnya.
 
Selain itu komitmen untuk membagi keuangan yang ideal adalah dengan tujuh pos keuangan, yakni untuk Zakat lima persen, dana darurat lima persen, asuransi lima persen, biaya bulanan dan cicilan 60 persen, menabung pembelian besar lima persen, investasi masa depan 10 persen, serta gaya hidup dan hiburan 10 persen.
 
"Pembelian rumah di sini bisa masuk dalam biaya investasi dan pembelian besar. Keputusan membeli hunian idealnya adalah ketika jumlah tabungan sudah bisa mencukupi nilai down payment atau DP, namun saat ini banyak kemudahan yang sudah diberikan oleh kerja sama pemerintah, bank dan properti yakni dengan memberikan keringanan pembayaran DP rendah dengan pembayaran berkala”, tambahnya.
 
Selain itu, jika ingin memiliki hunian, diperlukan adanya perhitungan dan perencanaan yakni mampu secara finansial, memilih fasilitas pinjaman perumahan yang sesuai, serta melakukan simulasi perhitungan.
 
"Misal jika harga properti Rp350 juta, maka sebaiknya dipersiapkan DP minimal 20 persen yaitu Rp70 juta. Jika KPA sembilan persen selama 20 tahun, maka cicilan sekitar Rp2,4 juta. Ini terjangkau untuk milenial berpenghasilan Rp9 juta per bulan," pungkasnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif