Larangan tersebut menjadi upaya mengatasi perubahan iklim (Foto: Hudson Yards/Related)
Larangan tersebut menjadi upaya mengatasi perubahan iklim (Foto: Hudson Yards/Related)

Cegah Perubahan Iklim, Wali Kota New York Larang Pembangunan Gedung

Properti pencakar langit
Rizkie Fauzian • 24 April 2019 21:18
Jakarta:
New York: Sebagai salah satu kota besar di dunia, New York memiliki ratusan gedung pencakar langit. Namun, kota berjulukan The Big Apple itu sepertinya tak akan punya gedung baru dalam waktu dekat.
 
Pasalnya, Wali Kota New York Bill de Blasio berencana melarang pembangunan gedung pencakar langit. Larangan tersebut khusus untuk gedung-gedung yang memiliki fasad dari kaca dan baja.
 
Langkah tersebut merupakan upaya untuk mengatasi perubahan iklim akibat pemanasan global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan membuat undang-undang untuk melarang gedung pencakar langit dari kaca dan baja karena berkontribusi terhadap pemanasan global," kata Wali Kota New York Bill de Blasio, dikutip Dezeen.
 
Dijelaskan Blasio, rencana tersebut merupakan bagian dari kebijakan Green New Deal yang diluncurkan dalam konferensi pers di Long Island City's Hunter's Point South Park pada 22 April 2019.
 
Gedung Penyebab Gas Rumah Kaca
 
Untuk Anda ketahui, mengoperasikan sebuah bangunan tinggi memerlukan energi besar. Larangan penambahan gedung berfasad kaca dan baja dinilai sebagai upaya untuk mengurangi emisi di New York, Amerika Serikat (AS), hingga 30 persen pada tahun 2030.
 
"Penyebab nomor satu (gas rumah kaca) di kota ini adalah bangunan. Bukan mobilnya, tapi bangunannya," ucap Blasio.
 
Selain larangan tersebut, akan ada aturan lain yang meminta pemilik bangunan untuk menerapkan standar terkait efisiensi energi.
 
Menurut Blasio, bangunan-bangunan tersebut menyumbang sepertiga dari emisi gas rumah kaca. Dengan menerapkan standar tersebut, ia berharap bisa mengurangi emisi hingga 40 persen pada 2030, dan 80 persen pada 2050.
 
Aturan efisiensi energi tersebut akan berlaku pada 2024, dan bagi yang tidak mematuhi akan dijatuhi denda hingga USD1 juta per tahun.
 
New York menjadi kota pertama yang akan melaksanakan kebijakan tersebut. Padahal kota tersebut memiliki jumlah gedung pencakar langit yang banyak.
 
"Salah satu yang menarik adalah untuk pertama kalinya di bumi ini, kota pertama yang mengamanatkan bahwa bangunan harus berhenti memancarkan begitu banyak polutan berbahaya," katanya.
 
Meski demikian, Blasio mengatakan tak melarang pembangunan gedung dengan struktur berlapis baja, hanya saja harus menerapkan efisiensi energi.
 
"Jika sebuah perusahaan ingin membangun gedung pencakar langit besar, mereka dapat menggunakan banyak kaca, asalkan melakukan semua hal yang diperlukan untuk mengurangi emisi kita," tambahnya.
 
Penggunaan Bahan Bakar Fosil
 
Tak hanya pemanasan global, dalam kebijakan Green New Deal juga disinggung tentang penggunaan bahan bakar fosil dan mendukung penggunaan sumber energi terbarukan.
 
"Kota kita tidak perlu mendapatkan listriknya dari bahan bakar fosil itu. Bahan bakar fosil itu dapat ditinggalkan di tanah di mana mereka berada," katanya.
 
Blasio berharap kebijakan Green New Deal akan membuka jalan bagi kota-kota di AS lainnya untuk mengatasi krisis iklim. Meskipun tindakan tersebut bertentangan dengan sikap Presiden Donald Trump yang mengumumkan Amerikat Serikat mundur dari Kesepakatan Iklim Paris 2015.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif