Furnitur modern minimalis berbahan kayu masih diminati. (Foto: Media Indonesia)
Furnitur modern minimalis berbahan kayu masih diminati. (Foto: Media Indonesia)

Furnitur Modern Minimalis Berbahan Kayu Masih Diminati

Properti furniture
Media Indonesia • 15 Maret 2019 17:35
Jakarta: Penggunaan material kayu dengan desain modern dan minimalis masih menjadi tren di kalangan pecinta mebel antik. Tak hanya di Tanah Air, furnitur berbahan kayu juga disukai oleh pembeli dari luar negeri.
 
Mengangkat konsep pemanfaatan dari sumber daya alam sekitar, Kaysa Collection by furniture-trading Gmbh membangun pabrik di Yogyakarta yang mengandalkan material batu kali dari Gunung Merapi, kayu limbah dari hutan, dan akar pohon kayu jati.
 
"Kombinasi dari permintaan konsumer dan konsep-konsep yang sudah berjalan, tiap tahun berubah temanya. Tahun ini konsep kami lebih ke modern minimalis sehingga kesan ruangan menjadi lebih ringan dan tidak monoton, mengombinasikan semen batu dan kayu," ujar Quality Coordinator dari Kaysa Collection Dedy Arianto di Indonesia International Furniture Expo (Ifex) 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Barang-barang kayu ringan, dikombinasi dengan besi ataupun semen, menjadi favorit permintaan ekspor ke Eropa untuk pasar desain apartemen minimalis, sedangkan bahan berat akar kayu utuh masih besar permintaannya untuk pasar AS.
 
Sasaran produk mereka 90 persen dikerahkan untuk ekspor. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Bila furnitur merupakan kombinasi kayu dan besi ringan, akan lebih murah, yaitu mulai Rp500 ribuan.
 
Namun, bila materialnya full kayu dengan tingkat kesulitan pembuatannya dihargai mulai Rp4,5 juta hingga lebih dari Rp25 juta untuk furnitur yang terbuat dari akar pohon jati utuh tanpa sambungan kayu. "Bahan mentah akar pohon jati itu sekitar Rp10 jutaan per item," jelas Dedy.
 
Salah satu pembeli yang ditemui dalam pameran, Vera Tjahjono dari PT Samudera Mahkota Beach, mengaku berkeliling pameran untuk mengumpulkan perabot outdoor untuk hotel di Bali milik perusahaan tempat dia bekerja.
 
"Saya cari-cari sumber furnitur dari pameran ini untuk ruangan indoor dan outdoor tempat hotel saya bekerja," ujar perempuan yang datang dari Surabaya itu.
 
Soenoto, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), mengatakan lima negara teratas yang paling banyak kunjungannya selama pameran antara lain berasal dari AS, Australia, Tiongkok, dan sisanya negara-negara Eropa dengan total kunjungan mencapai 12 ribu pengunjung.
 
"Kami senang dengan transaksi yang terjadi, diestimasikan transaksi on the spot sebesar USD300 juta (Rp12,7 triliun), sedangkan yang berupa perjanjian atau kotrak beli sebesar USD800 juta (Rp3,4 triliun). Tapi kami perkirakan total jumlahnya lebih dari itu," ucap Soenoto.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif