Ilustrasi meja kerja, dok: Rizkie Fauzian/Medcom.id
Ilustrasi meja kerja, dok: Rizkie Fauzian/Medcom.id

Selama Orang Butuh Duduk, Bisnis Furnitur Masih Menjanjikan

Properti furniture
Rizkie Fauzian • 07 Februari 2019 19:30
Jakarta: Teknologi kian memudahkan orang untuk bekerja. Tapi, selama meja dan kursi masih dibutuhkan, itu menunjukkan bisnis furnitur masih menjanjikan.
 
Bukan hanya rumah, perkantoran pun membutuhkan meja, kursi, dan perabot lain. Meski bekerja bisa dilakukan secara mobile, toh pekerja tetap butuh dua perabotan tersebut.
 
"Mau perusahaan startup atau jenis apapun, furnitur tetap dibutuhkan," ungkap Senior Division Manager Datascrip, Zaky Makarim kepada Medcom.id, Kamis, 7 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Zaky, bisnis furniture berbeda dengan makanan dan lainnya. Memang, bisnis makanan dan fashion menjamur. Tapi, Zaky meyakini bisnis furnitur masih menjanjikan.
 
"Kita masih optimistis tahun depan pertumbuhannya positif, tahun lalu pertumbuhan kita naik 30 persen, jadi kita tetap optimistis ya," jelasnya.
 
Selama periode Januari-Oktober 2018, nilai pengapalan produk mebel dan kerajinan kayu nasional mencapai USD1,4 miliar atau naik 4,83 persen dari periode yang sama di tahun 2017. Artinya bisnis properti masih menguntungkan dan tumbuh di tengah gejolak perekonomian dan politik.

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif