NEWS
Jangan Asal Tambah Furnitur, Begini Cara Atasi Storage Penuh
Rizkie Fauzian
Kamis 17 September 2026 / 18:56
- Menata storage rumah dapat dimulai dengan memilah barang berdasarkan frekuensi penggunaan.
- Ruang vertikal bisa dimanfaatkan untuk menambah kapasitas penyimpanan saat area rumah terbatas
- Penghuni tidak harus langsung membeli furnitur baru karena ruang dan barang yang sudah ada dapat dimaksimalkan terlebih dahulu.
Jakarta: Kebutuhan tempat penyimpanan di rumah dapat diatasi dengan menata storage berdasarkan barang yang sering digunakan, jarang dipakai, serta ruang yang masih tersedia, termasuk area vertikal.
Interior Design Leader IKEA Indonesia Muhammad Yusuf Attorik mengatakan penghuni rumah perlu menata kembali barang yang dimiliki dan menentukan kebutuhan storage. Kebiasaan menggunakan barang dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan barang yang perlu disimpan atau sudah tidak dibutuhkan.
“Kita harus tahu barang apa yang sering kita gunakan, barang apa yang jarang kita gunakan, dan barang mana yang bisa disumbangkan,” kata Attorik dalam acara IKEA The Forgotten Rooms di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
“Sebenarnya karena melihat kondisi tanah di Jakarta semakin sedikit, otomatis kita tuh lebih sering memanfaatkan vertical space. Jadi penyimpanan ke atas, instead of horizontal,” ujarnya.
Pemanfaatan ruang vertikal dapat diterapkan pada area yang memiliki bidang dinding kosong. Namun, posisi storage tetap perlu disesuaikan dengan fungsi ruangan dan kemudahan penghuni saat mengambil barang.
“Jadi gak perlu serta-merta harus mengganti semuanya, kita bisa memaksimalkan yang sudah kita punya sebenarnya,” kata Ruth.
Penataan dapat dimulai dengan mengelompokkan barang berdasarkan jenis dan frekuensi penggunaan. Barang yang masih sering digunakan dapat ditempatkan di area yang mudah dijangkau, sedangkan barang yang jarang digunakan dapat dipisahkan dari penyimpanan utama.
Setelah barang dipilah, penghuni dapat menentukan kebutuhan storage berdasarkan jumlah dan jenis barang yang benar-benar perlu disimpan. Posisi penyimpanan juga dapat ditentukan berdasarkan frekuensi penggunaan dan ruang yang tersedia.
Penyortiran tersebut dapat membantu penghuni mengetahui penyebab storage cepat penuh. Dengan begitu, ruang penyimpanan dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa harus mengambil terlalu banyak area di rumah. (Syarifah Komalasari)
(KIE)
Interior Design Leader IKEA Indonesia Muhammad Yusuf Attorik mengatakan penghuni rumah perlu menata kembali barang yang dimiliki dan menentukan kebutuhan storage. Kebiasaan menggunakan barang dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan barang yang perlu disimpan atau sudah tidak dibutuhkan.
“Kita harus tahu barang apa yang sering kita gunakan, barang apa yang jarang kita gunakan, dan barang mana yang bisa disumbangkan,” kata Attorik dalam acara IKEA The Forgotten Rooms di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Manfaatkan ruang vertikal
Attorik mengatakan ruang vertikal dapat dimanfaatkan ketika luas rumah atau lahan terbatas. Penyimpanan tidak selalu harus melebar ke samping karena ruang ke atas juga dapat digunakan untuk menambah kapasitas storage.“Sebenarnya karena melihat kondisi tanah di Jakarta semakin sedikit, otomatis kita tuh lebih sering memanfaatkan vertical space. Jadi penyimpanan ke atas, instead of horizontal,” ujarnya.
Pemanfaatan ruang vertikal dapat diterapkan pada area yang memiliki bidang dinding kosong. Namun, posisi storage tetap perlu disesuaikan dengan fungsi ruangan dan kemudahan penghuni saat mengambil barang.
Tidak perlu langsung membeli furnitur
Home Furnishing & Competence Development Leader IKEA Indonesia Ruth Panjaitan mengatakan penghuni tidak harus langsung membeli furnitur baru untuk menambah tempat penyimpanan. Ruang yang sudah tersedia dapat dimaksimalkan terlebih dahulu.“Jadi gak perlu serta-merta harus mengganti semuanya, kita bisa memaksimalkan yang sudah kita punya sebenarnya,” kata Ruth.
Penataan dapat dimulai dengan mengelompokkan barang berdasarkan jenis dan frekuensi penggunaan. Barang yang masih sering digunakan dapat ditempatkan di area yang mudah dijangkau, sedangkan barang yang jarang digunakan dapat dipisahkan dari penyimpanan utama.
Setelah barang dipilah, penghuni dapat menentukan kebutuhan storage berdasarkan jumlah dan jenis barang yang benar-benar perlu disimpan. Posisi penyimpanan juga dapat ditentukan berdasarkan frekuensi penggunaan dan ruang yang tersedia.
Penyortiran tersebut dapat membantu penghuni mengetahui penyebab storage cepat penuh. Dengan begitu, ruang penyimpanan dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa harus mengambil terlalu banyak area di rumah. (Syarifah Komalasari)
(KIE)