NEWS
Pasar Interior Masih Tertekan, JDC Dorong Kolaborasi Pelaku Industri
Rizkie Fauzian
Selasa 15 September 2026 / 23:54
- Bisnis interior dan arsitektur dinilai belum pulih ke kondisi sebelum pandemi akibat tantangan ekonomi dan melambatnya pembangunan.
- JDC memperluas kolaborasi desainer, arsitek, dan brand melalui Jakarta Design Collabs 2026.
- Jakarta Design Collabs 2026 menghadirkan instalasi dan berbagai kegiatan kreatif hingga 15 Oktober 2026.
Jakarta: Bisnis interior dan arsitektur dinilai belum kembali ke kondisi sebelum pandemi Covid-19. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada aktivitas pembangunan dan permintaan produk interior.
Direktur Utama Jakarta Design Center (JDC) Nurul Syahri F mengatakan kondisi bisnis interior dan arsitektur setelah pandemi masih menghadapi tantangan. Menurutnya, perkembangan sektor tersebut juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, baik di Indonesia maupun secara global.
"Pasca Covid memang bisnis interior dan arsitektur kurang bagus dibanding sebelumnya dan itu sangat dipengaruhi juga oleh pertumbuhan ekonomi di negara kita ya dan mungkin juga di belahan dunia lainnya," ujar Nurul dalam konferensi pers Jakarta Design Collabs 2026 di Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Nurul, kondisi industri interior tidak terlepas dari aktivitas pembangunan. Ketika pembangunan melambat, pemasaran produk dan karya yang berkaitan dengan bidang interior turut terdampak.
"Kalau tidak ada pembangunan ya memang sulit ya kita atau tenaga-tenaga kami khususnya untuk memasarkan produk-produk serta karya-karya ini," katanya.
Di tengah kondisi tersebut, JDC bersama Benda Design Hub menggelar Jakarta Design Collabs 2026 pada 15 September hingga 15 Oktober 2026 di JDC, Jakarta.
Ajang tahunan kedua tersebut mengusung tema "Cloud Dancer" dan mempertemukan desainer, arsitek, serta pemilik brand material, baik dari tenant internal maupun luar JDC.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, kolaborasi tahun ini melibatkan arsitek dan desainer dengan brand dari dalam maupun luar tenant JDC. Kolaborasi diwujudkan melalui sejumlah instalasi yang mengeksplorasi ruang, material, dan pengalaman.
Jakarta Design Collabs 2026 menghadirkan tujuh instalasi dari sejumlah desainer dan arsitek. Mira Prihatini dan Luthfi Hasan berkolaborasi melalui "The Materialist", Agdith Tan menghadirkan "Hening Megantara", Shania Tahir dengan "The Salotto", Iron Rabani melalui "NaNaNa", Ren Katili dengan "The Third Skin", serta Riri Yakub melalui "Renungan".
Selain instalasi, rangkaian kegiatan selama satu bulan tersebut diisi dengan talkshow, workshop, cooking class, gathering, podcast, serta kegiatan lain yang melibatkan pelaku industri kreatif.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, JDC berharap Jakarta Design Collabs 2026 dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sekaligus membantu mendorong kembali aktivitas pasar interior di tengah tantangan ekonomi saat ini. (Syarifah Komalasari)
(KIE)
Direktur Utama Jakarta Design Center (JDC) Nurul Syahri F mengatakan kondisi bisnis interior dan arsitektur setelah pandemi masih menghadapi tantangan. Menurutnya, perkembangan sektor tersebut juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, baik di Indonesia maupun secara global.
"Pasca Covid memang bisnis interior dan arsitektur kurang bagus dibanding sebelumnya dan itu sangat dipengaruhi juga oleh pertumbuhan ekonomi di negara kita ya dan mungkin juga di belahan dunia lainnya," ujar Nurul dalam konferensi pers Jakarta Design Collabs 2026 di Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Nurul, kondisi industri interior tidak terlepas dari aktivitas pembangunan. Ketika pembangunan melambat, pemasaran produk dan karya yang berkaitan dengan bidang interior turut terdampak.
"Kalau tidak ada pembangunan ya memang sulit ya kita atau tenaga-tenaga kami khususnya untuk memasarkan produk-produk serta karya-karya ini," katanya.
JDC Dorong Kolaborasi Pelaku Industri
Di tengah kondisi tersebut, JDC bersama Benda Design Hub menggelar Jakarta Design Collabs 2026 pada 15 September hingga 15 Oktober 2026 di JDC, Jakarta.Ajang tahunan kedua tersebut mengusung tema "Cloud Dancer" dan mempertemukan desainer, arsitek, serta pemilik brand material, baik dari tenant internal maupun luar JDC.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, kolaborasi tahun ini melibatkan arsitek dan desainer dengan brand dari dalam maupun luar tenant JDC. Kolaborasi diwujudkan melalui sejumlah instalasi yang mengeksplorasi ruang, material, dan pengalaman.
Jakarta Design Collabs 2026 menghadirkan tujuh instalasi dari sejumlah desainer dan arsitek. Mira Prihatini dan Luthfi Hasan berkolaborasi melalui "The Materialist", Agdith Tan menghadirkan "Hening Megantara", Shania Tahir dengan "The Salotto", Iron Rabani melalui "NaNaNa", Ren Katili dengan "The Third Skin", serta Riri Yakub melalui "Renungan".
Selain instalasi, rangkaian kegiatan selama satu bulan tersebut diisi dengan talkshow, workshop, cooking class, gathering, podcast, serta kegiatan lain yang melibatkan pelaku industri kreatif.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, JDC berharap Jakarta Design Collabs 2026 dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sekaligus membantu mendorong kembali aktivitas pasar interior di tengah tantangan ekonomi saat ini. (Syarifah Komalasari)
(KIE)