Mengutip data Cushman & Wakefield, pada paruh kedua 2025 wilayah Jabodetabek dan Karawang mencatat lebih dari 4.500 unit residensial baru, dengan Tangerang menyumbang sekitar 55 persen.
Pasokan yang relatif sehat tersebut didukung penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 4,75 persen pada September 2025, yang turut meningkatkan daya beli dan minat pembelian rumah.
Pasar Tangerang Raya tumbuh positif
Di tengah dinamika pasar properti Jabodetabek, Paramount Gading Serpong terus menunjukkan daya saing kuat. Kawasan ini berkembang dengan produk adaptif, fasilitas kota lengkap, perencanaan terintegrasi, serta akses strategis.Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave menjelaskan kepercayaan konsumen terhadap pertumbuhan Gading Serpong pun terus meningkat, salah satunya tercermin dari pertumbuhan kawasan komersial, khususnya di sisi selatan kota.
"Pengembangan seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Manhattan District, Aniva, hingga Pasadena Central District membentuk pusat aktivitas urban yang hidup dan berkelanjutan," jelas dia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Februari 2026.
| Baca juga: Perkuat Infrastruktur Kota Mandiri, Paramount Siapkan Akses Tol Langsung |
Kawasan komersial ini diperkuat captive market dari puluhan klaster hunian aktif di sekitarnya serta lokasi strategis yang menarik pengunjung dari Tangerang Raya hingga Jabodetabek. Boulevard utama kawasan ini bahkan dilalui sekitar 15.000 kendaraan per jam saat jam sibuk, mencerminkan tingginya intensitas aktivitas.
Mengusung filosofi “City Within Reach”, Paramount Gading Serpong dirancang sebagai kota yang seluruh kebutuhan harian, aktivitas, dan ruang sosialnya dapat diakses dengan mudah.
Filosofi ini diperkuat melalui kampanye “Everything is Here”, yang menegaskan integrasi antarproyek dalam satu ekosistem kota mandiri. Penghuni dan pelaku usaha dapat tinggal, berbisnis, dan beraktivitas dalam kawasan yang saling terhubung.
Chrissandy menambahkan bahwa Paramount Gading Serpong kini menjadi destinasi regional bagi pengunjung dari Tangerang Raya, Jabodetabek, hingga luar Pulau Jawa. Aktivitas kuliner, bisnis, dan gaya hidup yang tinggi menjadikan kawasan ini sebagai “a city that never sleeps”, kota mandiri yang vibrant, dinamis, dan produktif sepanjang waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News