NEWSTICKER
REI meminta untuk menunda kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Foto: Shutterstock
REI meminta untuk menunda kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Foto: Shutterstock

Pengembang Properti Minta Tunda Kenaikan NJOP hingga PBB

Properti hotel njop perumahan pajak bumi bangunan
Antara • 23 Maret 2020 09:07
Jakarta: Real Estate Indonesia (REI) meminta Pemprov mengeluarkan kebijakan yang dapat menggairahkan pasar properti di tengah wabah virus korona saat ini.
 
REI meminta untuk menunda kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan mengangsur pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tanpa harus dikenakan denda.
 
"Akibat pandemi covid-19, kondisi sebagian besar anggota terutama di DKI Jakarta semakin melemah akibat penurunan aktivitas ekonomi. Tingkat penjualan drop, sementara biaya yang harus dikeluarkan tetap," ujarnya di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


REI DKI Jakarta meminta OJK mendukung industri real estat dengan memberikan stimulus. Bentuknya berupa penundaan pembayaran utang pokok dan keringanan bunga sampai dengan Desember 2020.
 
"Kami meminta otoritas berwenang mempertimbangkan stimulus agar jangan sampai pengembang mengalami kesulitan untuk membayar kredit," ungkapnya.
 
Industri real estat selama ini menjadi penggerak ekonomi nasional setidaknya terdapat 175 sektor riil pengikutnya. "Beri kami ruang gerak dulu, sambil menunggu redanya virus ini,” kata Arvin.
 
Pandemi covid-19 telah menyebabkan penurunan omzet secara signifikan dan volume penjualan atau serapan pasar atas produk properti yang dijual.
 
"Hal itu jelas akan berdampak pada menurunnya kemampuan membayar pengembang terhadap bank atas kewajiban utang," katanya.
 
Selain itu, tingkat hunian (okupansi) hotel juga mengalami penurunan sampai dengan 80 persen, padahal hotel memiliki karyawan dalam jumlah besar. Untuk itu, REI juga meminta Pemprov memberikan keringanan pajak hotel dan restoran dalam menghadapi pandemi covid-19.
 
"Anggota kami dari pengembang hotel dan restoran paling merasakan dampak dari pandemi covid-19," kata Arvin.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif