Permudah nasabah melalui digitalisasi pembiayaan rumah. Ilustrasi: Shutterstock
Permudah nasabah melalui digitalisasi pembiayaan rumah. Ilustrasi: Shutterstock

Digitalisasi dalam Pembiayaan Rumah

Properti properti Perumahan BTN Bisnis Properti kpr Perumahan bersubsidi KPR subsidi Pembiayaan rumah
Rizkie Fauzian • 12 Desember 2021 16:18
Jakarta: Di tengah pemulihan ekonomi nasional, PT Bank Tabungan Negara (BTN) menunjukkan konsistensi dan komitmennya menjadi mitra pemerintah dalam mendukung sektor properti untuk bangkit.  
 
Sejak Kredit Perumahan Rakyat (KPR) diluncurkan pertama kalinya di Indonesia oleh BTN pada 10 Desember 1976, BTN telah mengucurkan pembiayaan senilai Rp352 triliun dan mewujudkan rumah impian ke lebih dari 5 juta keluarga di Indonesia. 
 
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pencapaian tersebut tidak lepas dari upaya BTN yang senantiasa menghadirkan program maupun produk  yang inovatif yang tidak hanya membantu masyarakat tapi juga seluruh stakeholder sektor properti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inovasi tersebut terus berkembang sesuai dengan dinamika perkembangan kebutuhan dan kebiasaan masyarakat di era digitalisasi serta tren di sektor properti, oleh karena itu menginjak usia KPR ke-45, siap menerapkan digitalisasi ekosistem pembiayaan perumahan," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu, 12 Desember 2021.
 
Dari keseluruhan pembiayaan KPR senilai Rp352 triliun, sebanyak lebih 76 persen mengalir ke segmen KPR Subsidi sementara sisanya mengalir ke segmen KPR non subsidi. 
 
Dengan pencapaian tersebut, tak heran bank yang dulunya bernama Postpaarbank telah menjadi kontributor utama pada Program Sejuta Rumah Pemerintah dengan kontribusi rata-rata 60 persen per tahunnya baik untuk pembiayaan kepemilikan maupun kredit konstruksi bagi developer.
 
Sejak 1976, BTN secara resmi melayani pembiayaan kredit rumah bagi masyarakat. Penugasan langsung diterima BTN dari Pemerintah, melalui Surat Menteri Keuangan nomor B-49/MK/I/1974.  
 
Pada 10 Desember 1976, BTN untuk pertama kalinya, menyalurkan kredit perumahan pada sembilan debitur di daerah Tanah Mas, Semarang. 
 
Sejak saat itu, BTN diberi kepercayaan Pemerintah untuk menyalurkan dana untuk mempermudah dan memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah. 
 
Dalam perjalanannya, BTN menghadirkan program dan produk tidak hanya KPR Subsidi tapi juga nonsubsidi serta kredit konstruksi yang mendukung perumahan. 
 
Program KPR/KPA juga selalu disesuaikan dengan segmen masyarakat, misalnya KPR Gaess for Millenial, bahkan program KPR juga dibuat sedemikian rupa sesuai dengan peruntukannya, misalnya ke TNI Angkatan Darat, peserta BP Jamsostek dan lain sebagainya.
 
"HUT KPR kami ke-45 menjadi momen yang tepat bagi BTN untuk menunjukkan komitmen kami dalam mengoptimalkan digitalisasi sebab BTN yang memiliki peran strategis sebagai enabler yang memberikan pembiayaan sisi supply melalui kredit konstruksi kepada developer maupun sisi demand dengan memberikan KPR kepada masyarakat," kata Haru.
 
Haru menjelaskan dalam ekosistem perumahan nasional tersebut, BTN menciptakan layanan one stop shopping perumahan di era digital.  
 
One stop shopping yang dimaksud adalah BTN menyediakan layanan digital dari mulai pencarian rumah, pembelian rumah, pembiayaan perumahan, pembangunan/renovasi rumah, penyewaan, penjualan dan dukungan pembayaran utilitas di perumahan.
 
Kesiapan BTN dalam digital mortgage ecosystem sebenarnya sudah dimulai sejak 2015, dimana BTN merilis portal www.btnproperti.co.id  disusul peluncuran website dan aplikasi www.rumahmurahbtn.co.id untuk penjualan rumah lelang.
 
"Keduanya terus kami tingkatkan fiturnya, khusus BTN Properti kami telah ubah tampilanya sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat untuk membeli dan mengajukan KPR/KPA," kata Haru.
 

pada HUT KPR ke-45, BTN meluncurkan aplikasi baru, yaitu Smart Residence yaitu aplikasi yang mempermudah hubungan antara penghuni dan pengelola dalam proses pembayaran tagihan, iuran, pertukaran informasi sampai dengan keluhan atau pengaduan. 
 
Aplikasi Smart Residence, menurut Haru, dapat mempermudah penghuni mengakses pengelola properti dan mempermudah pembayaran tagihan.  
 
Dalam rangka menyambut HUT KPR Ke-45, BTN telah menggelar beragam acara sesuai dengan tagline KPR P45TI BTN, di antaranya menggelar Akad Kredit Massal Kredit Pemilikan Rumah Subsidi Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (KPR Subsidi BP2BT) secara serentak, dimana sebagian dilakukan secara drive-tru di seluruh Indonesia.
 
Kegiatan tersebut dilakukan untuk  mendukung target BTN dalam menyalurkan KPR BP2BT sekitar 11 ribu unit hingga akhir tahun. Selain akad KPR BP2BT, Bank dengan kode saham BBTN ini juga  mengadakan akad massal kredit rumah pekerja MLT Progam Jaminan Hari Tua (JHT).
 
Kredit rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan, BTN dan BPJamsostek untuk memperluas fasilitas pembiayaan kepada pada pekerja diantaranya fasilitas kredit pemilikan rumah dan renovasi rumah. 
 
Selain gencar dalam menyalurkan KPR, dalam rangkaian HUT, BTN juga mendorong implementasi go green. Nantinya BTN berencana akan mensyaratkan atau meminta pengembang untuk mewajibkan menamam pohon di setiap unit rumahnya. Target kami bisa menanam 45 ribu pohon dalam rangkaian acara HUT KPR ke-45," jelasnya.
 
Dalam kiprahnya di sektor pembiayaan KPR, Haru berterimakasih kepada seluruh stakeholder properti mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian BUMN, Developer, dan pendukung sektor properti lainnya serta masyarakat uang senantiasa mendukung BTN.
 
"Ekosistem perumahan ini akan dapat membantu laju pertumbuhan ekonomi dan membangkitkan seluruh sektor pendukung properti, oleh karena itu BTN berharap sinergi dan kolaborasi yang produktif dari seluruh stakeholder," ujar Haru.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif