Perang dagang AS-Tiongkok bayangi sektor properti khususnya sektor perkantoran. (Foto: Shutterstock)
Perang dagang AS-Tiongkok bayangi sektor properti khususnya sektor perkantoran. (Foto: Shutterstock)

Perang Dagang AS-Tiongkok Bayangi Industri Properti

Properti bisnis properti Perang dagang
Rizkie Fauzian • 12 Agustus 2019 13:16
Jakarta: Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok tak hanya memengaruhi sektor ekonomi, namun juga properti. Perang dagang tersebut dinilai akan berdampak panjang terhadap investasi real estate komersial dan penyewaan perkantoran di Asia.
 
Colliers International merilis laporan terkait dampak perang dagang tersebut setelah pertemuan terakhir kedua pihak, di Shanghai. Dalam laporan disebutkan dampak dari ketegangan dua negara tersebut adalah aliran modal properti internasional dan kepercayaan terhadap pasar leasing kantor Asia.
 
"Meskipun ada minat baru-baru ini dari Singapura dan ibu kota Korea Selatan di pasar properti global, ketegangan tampaknya membebani modal Asia ke global, dan global ke Asia," kata Direktur Eksekutif Riset Asia Colliers Andrew Haskins dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di pasar leasing perkantoran wilayah Shanghai dan Beijing misalnya, ketidakpastian terkait ketegangan perdagangan tersebut menunda permintaan ruang kantor dan menambah dampak meningkatnya pasokan sehingga mendorong kekosongan ruang perkantoran.
 
"Permintaan ruang kantor di Shanghai dan Beijing dipengaruhi oleh perang dagang dan pasokan ruang kantor baru yang besar. Jika perang dagang berlanjut, Hong Kong mungkin akan lebih banyak kehilangan daripada kota-kota lainnya," kata Managing Director Occupier Services Asia Sam Harvey-Jones.
 
Tingkat hunian ruang perkantoran, khususnya oleh perusahaan korporasi asing di Hong Kong, sangat tinggi. Hal ini tentu membuat perusahaan asing tersebut mempertimbangkan ekspansi di pasar untuk mengurangi risiko.
 
"Dengan 60 persen pasar perkantoran diisi oleh perusahaan korporasi asing yang menempati ruang kantor Grade A, Hong Kong juga rentan terhadap permintaan ruang yang lebih rendah. Terutama jika pembaruan perang perdagangan menekan pasar saham," katanya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif