Fokus ke Lapak Online, IKEA Pangkas 7500 Staf
Pemangkasan pegawai ini terjadi di bagian staf administrasi dan helper di berbagai negara. AFP Photo/Jeff Pachoud
Stockholm:  Induk perusahaan IKEA Group akan memangkas 7.500 pegawainya di berbagai negara secara bertahap selama beberapa tahun ke depan. Produsen furniture ternama asal Swedia berencana mengalihkan konsep penjualan ke toko-toko kecil dan online.

Pemangkasan pegawai ini terjadi di bagian staf administrasi dan helper di berbagai negara. Jumlah penurunan karyawan diharapkan mencapai lima persen dari tenaga kerja saat ini perusahaan.


"Kami butuh menyederhanakan cara kerja kami. Beberapa tahun terakhir kami telah berinvestasi sumber daya dengan berbagai cara. Kami melihat di beberapa bagian perusahaan memiliki pekerjaan yang sama," kata Chief Executive IKEA Jesper Brodin dilansir AFP.

Sejauh ini IKEA memiliki 367 toko gudangnya termasuk satu di Indonesia. Uniknya langkahnya memangkas pegawai sebanyak itu, membuat IKEA mampu membuka 11.500 pekerjaan baru.

Perubahan konsep tersebut dilakukan karena saat ini banyak konsumen enggan datang ke gudang-gudang besar. Selain itu perilaku konsumen saat ini lebih menyukai berbelanja menggunakan toko online.


Pemangkasan jumlah pegawai sebelumnya pernah IKEA terapkan di beberapa negera. Pemangkasan itu imbas redupnya bisnis ritel sehingga dinilai sangat perlu mengurangi ketergantungan pemasukan dari lapak offline.

Situasi serupa juga dirasakan banyak pebisnis ritel di Indonesia. Salah satunya PT Hero Supermarket yang mengurangi jumlah gerai konvensionalnya. Kelompok usaha besar ini adalah pemegang hak waralaba IKEA di Indonesia.
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id