Rusun untuk sipir di Nusakambangan
Rusunawa untuk nelayan di Trenggalek, Jawa Timur. Ujud fisik rusunawa di Nusakambangan kurang lebih sama dengan ini. Antara Foto/D Sujarwoko
Jakarta :Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun rumah susun di Nusakambangan, Cilacap. Rusun yang ini khusus bagi para sipir dan staf berbagai lembaga pemasyarakatan di pulau tersebut.

"Tugas mereka cukup berat, dengan adanya Rusun diharapkan mendukung tugas dan kewajiban mereka di lapangan," kata Dirjen Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, Jumat (18/5/2018).


Tahap pertama ada dua tower yang dibangun, lokasinya di Desa Tambakrejo. Satu tower terdiri tiga lantai dengan kapasitas 42 unit, berukuran tipe 35. Satu rusun lainya memiliki tinggi empat laintai, kapasitas 50 unit dengan tipe 25 unit.

"Biaya pembangunan keduanya sekitar Rp 30 milyar," sambung Khalawi.

Sekjen Kemenkuham Bambang Tangan Sariwangi menjelaskan jajarannya di Nusakambangan membutuhkan hunian yang nyaman dan layak. Maka ketersedian rusun sangat penting untuk menunjang kinerja pegawai.

"Tentunya akan sangat membantu kinerja kami, karena Lapas Nusakambangan akan dijadikan Lapas untuk narapidana risiko tinggi seperti bandar narkoba dan tahanan teroris," tutur Bambang

Selain itu PUPR akan membangun rusun bagi jajaran Kemenkumham di Kantor Imigrasi Kelas I Kota Batam. Rusun tersebut dibangun satu tower setinggi tiga lantai, tipe 36 dengan kapasitas 42 unit.

Tahun lalu telah dibangun satu tower untuk rusun untuk aparay Kantor Imigrasi Kelas I Bali, dengan tinggi tiga lantai, tipe 36 meter persegi. Memiliki kapasitas 47 unit.

 



(LHE)