Di Mana Ada LRT, Di Situ Ada Rusun Baru
Pengerjaan proyek jalur rel depo LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di latar belakangnya tampak beberapa tower rumah susun sudah berdiri. Antara Foto/Dhemas Reviyanto
Jakarta:Lokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat beraktifitas, adalah faktor yang dahulu sangat jadi pertimbangkan calon pembeli hunian. Kini tidak lagi, para calon pembeli hunian mulai 'berdamai' dengan masalah jarak karena hanya di pinggir bahkan luar kota yang cicilan masih terjangkau.

Hanya saja tetap ada kompensasinya. Jarak boleh jauh, tapi akses transportasinya harus mudah dan lancar. Bila sebelumnya 'dekat pintu tol' jadi jargon andalan, baru-baru ini berubah jadi 'dekat stasiun' atau 'dekat halte busway'.


Keputusan pemerintah realisasikan proyek proyek LRT di berbagai satelit Jakarta, cepat ditangkap pengembang. Di dalam Indonesia Properti Expo 2018 pekan lalu misalnya, tidak sulit mencari proyek apartemen berkonsep transit oriented development(TOD).

Lihat saja rute tahap I LRT yang menghubungkan Cibubur-Cawang-Bekasi Timur dan Cawang-Dukuh Atas. Juga di rute LRT fase I A dan I B yang akan membentang dari Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 KM dan Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 KM.

Di titik-titik pemberhentiannya ada saja proyek apartemen dan rumah susun baru yang sedang dibangun. Baik oleh pengembang swasta atau BUMN seperti Adhi Karya yang dalam IPEX 2018 mengusung tema TOD.

Di wilayah Jakarta Timur, ada apartemen dekat dengan stasiun LRT Jaticempaka dan Ciracas. Untuk di Tangerang ada di Cisauk, Poris dan Ciputat. Bekasi Timur dan Sentul tidak ketinggalan.

Sementara apartemen yang mengandalkan kedekatannya dengan stasiun MRT ada di wilayah Jakarta Selatan. Di antaranya Cilandak, Simatupang dan Lebak Bulus.




 



(LHE)