Hunian tetap yang dibangun untuk korban bencana di Kabupaten Bogor. Foto: Antara
Hunian tetap yang dibangun untuk korban bencana di Kabupaten Bogor. Foto: Antara

Pemkab Bogor Kucurkan Rp5 Triliun untuk Fasilitas Rumah Korban Bencana

Properti Kerusuhan Permukiman Perumahan rumah tapak Kementerian PUPR
Antara • 14 Agustus 2021 11:56
Bogor: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk penunjang fasilitas jaringan listrik dan air hunian tetap (huntap) korban bencana.
 
"Di angka Rp5 miliar di (APBD) perubahan skenarionya begitu, kemarin itu yang saya kontrol itu kaitan dengan penyediaan air, penyediaan listriknya," ungkap Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Ajat Rohmat Jatnika di Cibinong, Bogor, Jumat 13 Agustus 2021.
 
Menurutnya, fasilitas jaringan listrik dan air bersih di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg itu semula akan dibiayai APBN, tapi di pertengahan jalan berubah dari skenario awal sehingga harus dibiayai oleh Pemkab Bogor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harusnya tahun ini ya (bisa dihuni) kalau untuk yang sudah terbangun. Sekarang diutamain air dulu nanti listrik mengikuti supaya cepat dihuni," kata Ajat.
 
Sekretaris DPKPP Lestia Irmawati menyebutkan, sebanyak 205 unit huntap yang rampung itu berlokasi di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg. Sedangkan 358 unit huntap di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya masih dalam tahap proses pembangunan.
 
Meski begitu, ia mengakui bahwa jumlah 563 huntap di dua desa tersebut masih kurang untuk menampung para korban bencana alam. Pasalnya, catatan Pemkab Bogor jumlah warga terdampak longsor yang terjadi pada awal 2020 di wilayah barat Kabupaten Bogor itu hampir mencapai 2.000 Kepala Keluarga (KK).
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menyebutkan bahwa bencana alam awal tahun 2020 di empat kecamatan Kabupaten Bogor, yakni Sukajaya, Jasinga, Nanggung, dan Cigudeg diperkirakan menyebabkan kerugian hingga Rp1,4 triliun.
 
"Itu bukan hasil perhitungan kami. Tapi, itu hasil perhitungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ujarnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif