Ilustrasi bedah rumah. Foto: Kementerian PUPR
Ilustrasi bedah rumah. Foto: Kementerian PUPR

Perbaiki 100 Rumah di Maluku, Pemerintah Rogoh Rp1,75 Miliar

Antara • 03 Oktober 2022 21:54
Ambon: Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah merehabilitasi 100 unit rumah rumah warga yang tidak layak. Perbaikan dilakukan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2022.
 
"Tahun ini ada 100 rumah warga yang tersebar di 11 kecamatan di Maluku Tengah akan direhabilitasi menggunakan dana APBD Maluku Tengah sebesar Rp1,75 miliar," kata Kabid Kawasan Pemukiman, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maluku Tengah Musrifa Matuseya, Senin, 3 Oktober 2022.
 
Ratusan rumah warga yang akan direhabilitasi itu di antaranya tersebar di Kecamatan Amahai 37 unit rumah, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) enam unit, Kota Masohi sembilan unit, Seram Utara Seti 10 unit

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pulau Saparua sebanyak enam unit, Saparua Timur tiga unit, Kecamatan Salahutu dua unit, Leihitu empat unit), Leihitu Barat dua unit, Pulau Haruku delapan unit serta kecamatan Tehoru 13 unit.
Baca juga: 697 Warga di Kabupaten Parigi Dapat Bantuan Rp20 Juta untuk Perbaiki Rumah

Masing-masing rumah yang akan direhabilitasi dengan dana peningkatan kualitas rumah swadaya sebesar Rp17,5 juta per unit. Dana itu terbagi atas Rp15 juta untuk bahan bangunan dan sisanya Rp2,5 juta untuk upah kerja atau ongkos tukang.
 
"Dananya ditransfer langsung ke rekening masing-masing keluarga penerima manfaat. Pada 2021 pihaknya juga merehabilitasi 100 unit rumah warga melalui program yang sama," jelasnya.
 
Bantuan stimulus rumah swadaya sudah dilaksanakan Dinas PKP sejak tahun 2017 dan hingga tahun 2022 telah mencakup 832 unit rumah.
 
Menyangkut persyaratan penerima bantuan tersebut, diantaranya memiliki bukti kepemilikan yang sah, belum pernah mendapat bantuan peningkatan kualitas rumah, serta bersedia menyelesaikan pembangunan secara swadaya.
 
"Bantuan ini merupakan stimulan pemerintah yang dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan tujuan meningkatkan kualitas rumah yang layak huni agar aman dan nyaman ditempati, di samping mengurangi jumlah rumah tidak layak huni," katanya.
 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif