Pengembangan kawasan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD).  Foto: Agung Podomoro
Pengembangan kawasan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD). Foto: Agung Podomoro

Menteri Perhubungan Dukung Pengembangan TOD

Properti investasi properti bisnis properti transit oriented development
Rizkie Fauzian • 20 Agustus 2020 20:43
Jakarta: Kementerian Perhubungan mendukung pengembangan kawasan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi massal.
 
Tak hanya pemerintah, beberapa pengembang properti turut mengembangkan hunian dengan konsep TOD tersebut, salah satunya Agung Podomoro Group.
 
"Ini artinya pihak swasta juga memiliki peranan penting dalam memberikan solusi konsep transportasi terpadu yang manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas," jelas Menteri Perhubungan Budi Karya di Central Park Mall, Jakarta, Kamis 20 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi menambahkan dari sisi sosial, masyarakat akan disiplin dalam melaksanakan budaya menggunakan transportasi umum secara tertib, dan secara ekonomi tentu akan memangkas waktu dan biaya sehingga mobilitas masyarakat akan lebih efisien.
 
Ke depan diharapkan fasilitas TOD dapat direalisasikan dalam skala nasional, sehingga tidak hanya terpusat di Jakarta, namun meluas hingga ke daerah.
 
"Langkah yang dilakukan Agung Podomoro Group dalam mengembangkan fasilitas TOD memberikan dampak positif untuk masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya," ujarnya.
 
Marketing Director Agung Podomoro Group Agung Wirajaya berharap TOD di Kota Podomoro Tenjo dapat menciptakan multiplier effect secara luas, sehingga dapat memberikan kontribusi ekonomi secara optimal baik untuk daerah maupun nasional.
 
"Sinergi antara Pemerintah dan swasta akan memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah melalui RPJMN 2020-2024. Pemerintah saat ini tengah membangun kota baru dan mandiri sehingga dapat memajukan dan menyejahterakan masyarakat di wilayah tersebut," ungkapnya.
 
Transportasi massal telah menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini. Selain faktor kenyamanan dan keamanan juga dapat mendukung mobilitas kehidupan yang sangat dinamis. Sehingga efisiensi waktu akan sangat berharga.
 
"Kami bersyukur pembangunan kota baru dan TOD dapat segera direalisasikan berkat dukungan Pemerintah daerah dan pusat. APG akan terus mengambil inisiatif agar dapat berperan di depan untuk membangkitkan kembali situasi ekonomi yang menurun akibat pandemi saat ini," kata Agung.
 
Ke depan, APG akan membuat stasiun baru dengan merevitalisasi stasiun Tigaraksa yang lama dan akan dihubungkan dengan TOD Tigaraksa, sehingga  akses yang dilalui hanya 40 menit dari Jakarta.
 
Selain itu terdapat akses melalui commuter line yang melewati Jakarta-Rangkas Bitung, akan dibangun KRL yang akan menempel dengan Kota Podomoro dan TOD. TOD ini akan terintegrasi dengan mal, hotel, pasar modern, dan akses transportasi lainnya.
 
TOD merupakan konsep pembangunan yang mengintegrasikan sistem transit tranportasi dengan area residensial dan komersil dalam satu area yang didesain untuk memaksimalkan akses ke transportasi publik.
 
Area ini dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna transportasi publik sehingga mempermudah akses ke tempat-tempat tujuan dan gaya hidup yang lebih baik.
 
Kota Podomoro Tenjo juga akan didukung infrastruktur yakni pembangunan tol Serpong-Balaraja yang melewati proyek Tenjo dan berjarak 3 km dari pintu tol Jambe. Jalur tol tersebut mengarah ke JORR, Bintaro, dan Serpong.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif