Properti di koridor timur Jakarta mulai dilirik. Foto: Shutterstock
Properti di koridor timur Jakarta mulai dilirik. Foto: Shutterstock

Properti Kawasan Industri Mulai Dilirik

Properti investasi properti kawasan industri bisnis properti
Husen Miftahudin • 28 Juli 2020 19:11
Jakarta: Koridor timur Jakarta dinilai memiliki prospek bisnis yang baik terutama bagi industri properti. Hal tersebut karena ditunjang proyek pembangunan infrastruktur yang memadai.
 
CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai sektor properti mulai bergeser ke koridor timur Jakarta, yakni Bekasi, Cikarang, Karawang, hingga ke arah Subang.
 
Pergeseran itu lantaran banyaknya proyek pembangunan infrastruktur sehingga bisa menopang pertumbuhan properti dan kawasan industri di daerah tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi memang sangat potensial sekali (pembangunan kawasan industri). Apalagi perumahan (Karawang atau Subang), di sana berbasis industri yang ada saat ini," ujar Ali dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 28 Juli 2020.
 
Menurutnya, pembangunan properti dan kawasan industri yang masif ke koridor timur Jakarta ini didorong oleh pertumbuhan infrastruktur yang sudah sangat maju hingga ke Subang.
 
Dengan berkembangnya koridor timur Jakarta, maka banyak perusahaan properti maupun kawasan industri gencar dan berlomba-lomba untuk membangun proyek-proyeknya. Salah satunya PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).
 
Melalui anak usahanya, PT Suryacipta Swadaya, SSIA berencana melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) Kota Industri bertajuk Subang Smart and Sustainable City di Subang, Jawa Barat.
 
SSIA menargetkan dapat memulai pembangunan Kota Industri pada 2020 ini. Pada saat yang sama, SSIA juga akan memulai proses pre-marketing. Dengan demikian, perusahaan dapat memperoleh komitmen untuk proyek ini pada 2021.
 
"Saat ini, walaupun groundbreaking belum dilaksanakan, namun kami telah menerima banyak inquiry dari berbagai investor asing maupun domestik khususnya dari industri otomotif, consumer goods, medical, alat kesehatan, juga dari industri berbasis IT," ungkap VP Sales dan Marketing Suryacipta Swadaya Abednego Purnomo.
 
Subang Smart and Sustainable City dikembangkan di area seluas 2.000 hektare yang berlokasi di sisi utara dan selatan Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan memiliki akses langsung ke Pelabuhan Patimban, koneksi ke Jakarta dan Bandung, serta koridor industri di Jalan Tol Jakarta-Cikampek sehingga mempermudah aksesibilitas logistik.
 
Kota Industri ini diklaim berpotensi menjadi pusat industri setelah Cikarang (Bekasi) dan Karawang yang sudah padat. SSIA akan mengembangkan sisi selatan terlebih dulu pada fase pertama.
 

(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif