Konsep Smart city dengan Teknologi IoT. (Foto: Shutterstock)
Konsep Smart city dengan Teknologi IoT. (Foto: Shutterstock)

Mengintip Konsep Smart City dengan Teknologi IoT

Properti pemindahan ibukota smart city
Antara • 22 Agustus 2019 18:28
Jakarta: Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota baru Indonesia rencananya akan dibangun dengan konsep kota pintar (smart city). Beberapa kota di dunia telah menerapkan konsep tersebut yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). 
 
Presiden Direktur Honeywell Roy Kosasih menyebutkan teknologi smart city seharusnya dapat membantu menciptakan ibu kota baru yang bersahaja, berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat, serta menciptakan ekosistem yang produktif. 
 
"Sehingga nantinya bukan saja menjadi kebanggaan nasional, namun juga menjadi contoh kota-kota lain di dunia," kata Presiden Direktur Honeywell Roy Kosasih pada acara diskusi Rencana Pemindahan Ibu Kota, di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis, 22 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Turut hadir pada diskusi tersebut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Bambang PS Brodjonegoro. 
 
Membangun sebuah smart city berarti mengintegrasikan antara teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola kota sehari-hari. 
 
Integrasi teknologi dalam tata kelola kota tersebut dilakukan melalui Internet of Things (IoT), yaitu jaringan perangkat elektronik yang saling terhubung dengan meminimalkan campur tangan manusia.
 
Lebih lanjut Roy mengatakan Honeywell telah membantu beberapa smart city yang memiliki pertumbuhan pesat dengan kehadiran IoT. 
 
"IoT digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan seperti meningkatkan keamanan, manajemen lalu lintas, dan pemantauan kerumunan hingga keselamatan pejalan kaki," ujar dia. 
  
Roy mencontohkan kota-kota yang menggunakan IoT itu di antaranya Ibu Kota Administratif Kairo Baru di Mesir, Kota dan negara bagian India seperti Bhubaneshwar, Aurangadbad, Madhya Pradesh, Ujjain, Rajkot, Faridabad, dan Ranchi dan kemitraan dengan Smartworld untuk mendukung pemerintah Uni Emirat Arab dalam pengembangan kota yang lebih cerdas.
 
Membeludaknya populasi di kota-kota pasti berdampak terhadap ekonomi, lingkungan, dan energi. Hal ini membutuhkan teknologi terhubung yang lebih cerdas agar kualitas hidup warga bisa ditingkatkan. Kota pintar dibangun di atas fondasi teknologi terhubung dan IoT. 
 
"Teknologi perangkat lunak canggih seperti analitik dan manajemen video, sistem identifikasi plat nomor, pelacakan dan pemantauan aset dengan GPS, sensor suhu, dan sistem pengenalan wajah adalah beberapa cara untuk membuat kota kita lebih pintar, lebih aman, dan nyaman," ujarnya. 
 
Teknologi-teknologi tersebut akan membantu memecahkan masalah perkotaan sehari-hari seperti parkir liar, manajemen lalu lintas, pemantauan kerumunan, keselamatan pejalan kaki, dan pencegahan kejahatan.
 
"Kami siap membantu pemerintah dalam mewujudkan ibu kota baru yang cerdas dengan teknologi yang tepat, dibarengi pengalaman global yang teruji," ujar Roy.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif