Ilustrasi. Foto : Shutterstock.
Ilustrasi. Foto : Shutterstock.

630 Hunian bagi Pengungsi Bencana Sulteng Segera Dibangun

Properti bencana alam Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 08 Desember 2019 13:51
Palu: Pemerintah menyelesaikan pembangunan perumahan bagi penyintas atau korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.
 
Sejumlah lokasi telah disiapkan Kementerian PUPR untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para pengungsi di Sulteng yakni di Kelurahan Duyu Kota Palu, Kelurahan Tondo Kota Palu, dan Desa Pombewe Kabupaten Sigi. Selain itu juga Huntap akan dibangun pada lokasi lokasi Satelit di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.
 
"Ada beberapa lokasi untuk pembangunan Huntap bagi pengungsi bencana alam di Sulteng yakni di Duyu, Tondo, Pombewe dan beberapa lokasi Satelit di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Kelurahan Duyu Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khalawi menjelaskan, Kementerian PUPR saat ini tengah melakukan tender untuk pembangunan huntap tahap pertama. Di Kelurahan Duyu rencananya akan dibangun 450 unit huntap.
 
"Saat ini kami sedang melakukan tender untuk proyek huntap tahap pertama yakni sebanyak 630 unit rumah. Kami juga sudah membangun rumah contoh untuk Huntap pengungsi," katanya.
 
Rumah contoh huntap yang dibangun Kementerian PUPR, kata Khalawi, menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan oleh Puslitbangkim Kementerian PUPR. Sedangkan untuk harga per unit huntap yang akan dibangun adalah senilai Rp50 juta.
 
Harga kontrak huntap, kata Khalawi, sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa penyaluran bantuan huntap bagi pengungsi bencana alam seperti di Lombok, Palu, Banten, dan daerah lainnya adalah Rp50 juta.
 
Adapun tipe huntap yang akan dibangun Kementerian PUPR nantinya adalah rumah tipe 36. Hunian tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 150 meter persegi yakni berukuran 10 x 15 meter. Pemanfaatan teknologi Risha yang menggunakan panel dari beton diharapkan dapat membuat hunian tersebut lebih tahan terhadap guncangan gempa.
 
"Untuk tahun ini kami menargetkan bisa melakukan tender untuk 1.600 unit huntap bantuan dari Bank Dunia. Kami juga berkoordinasi dengan Yayasan Budha Tzu Tji yang juga ikut membangun huntap di Palu. Sedangkan tahun depan kami berencana membangun 7.100 unit huntap untuk masyarakat yang rumahnya rusak akibat terdampak gempa bumi yang mengguncang Palu pada 28 September 2018 lalu," katanya.
 
Lebih lanjut, Khalawi menerangkan pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bisa membantu proses penyediaan lahan untuk lokasi Huntap tersebut. Pihaknya tidak ingin nantinya ke depan ada sengketa terkait permasalahan tanah yang digunakan untuk lokasi pembangunan tersebut.
 
"Kami berharap Pemerintah Provinsi Sulteng bisa segera memberikan kepastian lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan huntap karena masyarakat sudah menunggu hunian yang layak huni," katanya.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif