Bisnis Properti Tak Terusik Tahun Politik
Deretan rumah sederhana yang baru selesai dibangun di Jawa Barat. Antara Foto/Raisan al Farizi
Jakarta:Pertumbuhan industri properti 2018 tidak akan terpengaruh dinamika politik nasional. Meski tahun ini disebut tahun politik, bukan hanya karena ada pilkada serentak tapi juga 'pemasanan' menjelang Pemilu dan Pilpres 2019.

Salah satu dari beberapa variabelnya adalah suku bunga acuan Bank Indonesia yang saat ini 4,25 persen. "Relatif rendah, diharapkan konsumsi masyarakat meningkat dan mempengaruhi bisnis properti," jelas Direktur Neraca Pengeluaran Badan Pusat Statistik Puji Agus Kurniawan.


Sepanjang tahun lalu, bisnis properti mulai menggeliat setelah beberapa tahun sebelumnya lesu. Kebijakan suku bunga rendah, inflasi yang terkendali dan percepatan program sejuta rumah akan memastikan trend positif itu berlanjut.

Di dalam acara Property Outlook 2018 di Hotel Pullman Jakarta, Rabu 17 Januari 2018, tersebut disebutkan pula varibel lain berpengaruh. Konsumsi rumah tangga, pendapatan nasional, PMTB, pertumbuhan nasional dan komposisi penduduk.

"Pada 2017 jumlah penduduk kita 260 jutaan dan 15 persennya berusia 25-34 tahun. Ini cukup besar bila digabung dengan usia 20-29 tahun yang tinggi minatnya beli rumah," sambungnya.


 



(LHE)