Perumahan mewah di atap Thamrin City. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)
Perumahan mewah di atap Thamrin City. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

Hunian di Atap Mal, Bukan Rumah tapi Apartemen

Properti perumahan
Media Indonesia • 03 Juli 2019 16:16
Jakarta: Konsep hunian di atas gedung atau bangunan, tengah menjadi perbincangan hangat. Belum lama ini, sebuah perumahan mewah terlihat berada di atap sebuah pusat perbelanjaan.
 
Warganet dengan akun @shahrirbahar1 mencuitkan foto udara perumahan mewah Cosmo Park di area atap Mal Thamrin City, Jakarta Pusat. Dalam cuitan yang diunggah pada 25 Juni 2019 itu, ia mengaku heran tentang hal tersebut.
 
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Realestate Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya mengatakan, konsep hunian tersebut dinilai sebagai terobosan kreatif. Namun yang penting konsumen paham bahwa status kepemilikannya, yaitu strata title, bukan rumah tapak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain menghemat tanah, hunian seperti itu menawarkan pemandangan sangat indah. Ini satu solusi kreatif yang harus kita berikan apresiasi," ujar Bambang.
 
Ia menggarisbawahi hunian mewah di atas bangunan lain seperti kasus itu sepatutnya tidak perlu dipersoalkan selama koefisien lantai bangunan (KLB) dan peruntukannya masih sesuai dan tidak menyalahi apa pun. KLB merupakan angka persentase perbandingan antara seluruh luas lantai bangunan yang dapat dibangun dan luas lahan tersedia.
 
Rumah tersebut dapat dianggap sebagai apartemen duplex terdiri atas dua lantai. Untuk diketahui, apartemen duplex ialah jenis akomodasi yang terletak di lantai tertinggi di kompleks apartemen.
 
"Secara spesifik memang belum kalau itu dianggap rumah. Tapi kalau kita anggap memanfaatkan KLB lebih, kita bisa anggap segagai penthouse dengan kelengkapannya, seperti kolam renang dan fitness centre," katanya.
 
"Jadi, point of view-nya dianggap bagian dari proyek, bukan rumah tapak, tapi anggap rumah susun."
 
Mempermudah Pengembang
 
Bila pemerintah perlu melakukan perubahan regulasi terkait, Bambang menyarankan pengaturan harus menyesuaikan perkembangan zaman. Artinya, jangan sampai aturan baru dijadikan alat mempersulit pengembang.
 
"Jangan lupa REI merupakan mitra pemerintah dalam pengembangan kawasan dan pemenuhan kebutuhan warganya. Kita harus bekerja bahu-membahu menciptakan sinergi positif untuk bangsa," kata Bambang.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta Benny Agus Chandra mengatakan, status kepemilikan rumah mewah tersebut seperti apartemen, yaitu strata title dan sudah mengantongi izin.
 
Perumahan Cosmo Park sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) yang dikeluarkan Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan DKI Jakarta dengan nomor surat 11492/IMB/2007 dan sertifikat laik fungsi (SLF) bangunan pertama kali pada 2010.
 
Pengembang mengajukan izin hunian untuk pembangunan kawasan Thamrin City. Izin ini, menurut Benny, sudah satu kesatuan dengan pembangunan kompleks perumahan Cosmo Park tersebut.
 
Proses pembangunan perumahan Cosmo Park sudah dilakukan sebelum era Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012-2014. Menurutnya, izin yang dikantongi Cosmo Park seperti izin apartemen yang bergabung dengan pusat perbelanjaan.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif