Pembebasan tanah untuk kepentingan umum senilai Rp82,82 miliar. Foto: Shutterstock
Pembebasan tanah untuk kepentingan umum senilai Rp82,82 miliar. Foto: Shutterstock

Ganti Rugi Pembebasan Lahan Dua Tol Senilai Rp82,82 Miliar

Properti jalan tol bpn pembebasan lahan pertanahan Sertifikasi Lahan
Rizkie Fauzian • 21 Mei 2020 20:03
Tangerang: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan Uang Ganti Rugi (UGK) pembebasan tanah untuk kepentingan umum senilai Rp82,82 miliar.
 
Pembebasan tanah diberikan kepada masyarakat yang terdampak proses pengadaan tanah di dua lokasi, yaitu Jalan Tol Cinere-Serpong dan Tol Serpong-Balaraja.
 
Pada kegiatan pertama, Rabu 22 April 2020 dibayarkan UGK senilai Rp23,88 miliar untuk warga yang terkena Tol Serpong-Cinere. Penerima terbesar senilai Rp3,1 miliar dari Ciputat dan terkecil Rp155,6 juta dari Serua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun rinciannya di Kelurahan Bambu Apus sebanyak lima bidang, Jombang 17 bidang, Ciputat dua bidang, Serua satu bidang, Pamulang Timur satu bidang, dan Kelurahan Pondok Cabe Udik satu bidang.
 
Kemudian pada kegiatan kedua, Jumat, 8 Mei 2020 dibayarkan UGK senilai Rp39,94 miliar untuk warga yang terkena dampak pengadaan tanah untuk pembangunan Tol Serpong-Balaraja.
 
Dari Rp39,94 miliar yang dibayarkan, senilai Rp23,55 miliar diterima warga untuk pembayaran tanah seluas 2.082 meter persegi dan senilai Rp16,39 miliar sebagai nilai investasi seluas 1,43 hektare bagi pemrakarsa melalui Kantah Kota Tangsel.
 
Terakhir, pembayaran UGK dilaksanakan pada Selasa 19 Mei 2020. Pembayaran UGK ini untuk 25 bidang tanah dengan luas 3.549 meter persegi dengan total nilai lebih dari Rp19 miliar.
 
Adapun rinciannya yakni, Kelurahan Bambu Apus sebanyak 11 bidang dengan luas 1.200 meter persegi senilai Rp8,7 miliar, Jombang delapan bidang dengan luas 1.600 meter persegi senilai Rp6,1 miliar.
 
Selanjutnya, Serua empat bidang dengan luas 450 meter persegi senilai Rp2,6 miliar. Serua Indah sebanyak satu bidang luas 198 meter persegi senilai Rp1,6 miliar dan Pondok Cabe Udik satu bidang seluas 33 meter persegi senilai Rp475 juta.
 
Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, Himsar mengatakan dengan diterimanya uang ganti kerugian diharapkan akan menimbulkan efek pergerakan ekonomi.
 
"Tentunya ini akan menggerakkan transaksi bahan bangunan, tersedianya lapangan kerja bagi pekerja bangunan atau akan dijadikan modal dan pengembangan usahanya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Himsar memastikan kepada para penerima bahwa nilai ganti rugi yang telah ditetapkan merupakan kewenangan penuh tim appraisal atau Penilai Publik Independen yang tidak bisa diintervensi pihak manapun.
 
Di samping itu, Himsar menuturkan bahwa UGK terkait pelepasan hak atas tanah ini tidak ada kewajiban pajak sebagaimana transaksi jual beli biasa, bahkan pemerintah membebaskan pajak PPh/PPn.
 
"Para penerima tidak ada kewajiban apapun kepada pihak manapun. Mereka menerima UGK sesuai dengan nilai yang sudah diputuskan oleh tim appraisal," ungkapnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif